Valrave
"Amity ...," panggil makhluk itu. "Jangan menangis."
Tangis Amity semakin kencang. Ia jadi teringat pada cerita-cerita horror yang sering dibacanya di komik horror. Salah satunya adalah tentang monster yang hidup di bawah tempat tidur dan memakan manusia. Amity tidak ingin mati dimakan monster. Terlebih lagi, ia tidak sudi mati sebelum orang tuanya berlinang air mata karena bangga padanya.
Amity menutup matanya rapat-rapat. Ia meletakkan tangannya di telinga sambil berseru, "Jangan makan aku, tuan monster!"
Monster itu terdiam sebelum tertawa. Suara basnya yang tertawa terdengar bagaikan suara penyihir jahat di film kartun.
"Monster?" bisiknya. "Ah, iya! Sebentar."
Amity membuka kedua matanya sedikit-sedikit. Matanya melebar saat ia menemukan kupu-kupu kecil beterbangan di sekitar monster itu. Dari tubuhnya, muncul cahaya yang menyilaukan. Tidak ada lagi leher yang panjang dan tubuh berbulu. Yang ada di hadapan Amity sekarang adalah seorang lelaki berambut biru. Warna matanya masih sama dan tanduknya tidak hilang. Ia lebih tinggi beberapa senti dari Amity dan tubuhnya berkilauan seperti peri.