Putrisalsa1234's Reading List
2 stories
POSSESSIVE ARSENAL by Caca_781
Caca_781
  • WpView
    Reads 8,314,068
  • WpVote
    Votes 703,150
  • WpPart
    Parts 64
Dia Arsenal, cowok paling possessive yang pernah Acha kenal. Arsen-Pemaksa Acha-Penurut Arsen-Pemberani Acha-Penakut Arsen-Dingin dan Datar Acha-Periang dan Murah Senyum Arsen-Tinggi Acha-Pendek Arsen-Ketua Gangster Acha-Pacarnya Ketua Gangster Arsen-Kejam Acha-Baik Arsen-Mandiri Acha-Manja "Milik gue bakalan selamanya akan menjadi milik gue, kalau ada yang mau ngambil silahkan, tapi jangan salahkan gue kalau lo besok berada dirumah sakit ataupun tinggal nama!" Arsenal. "Kak Arsen" cicit Acha. "Ada apa hm?" tanya Arsen sambil menatap wajah polos gadisnya. "Acha takut" jawab Acha. "Sstt, kakak gak bakalan marah sama kamu" ucap Arsen sambil merengkuh tubuh gadis miliknya. "Sekarang Acha mau apa biar gak takut lagi? Mau mobil, rumah, apart, baju, tas, sepatu, atau Acha mau liburan keluar negeri?" tanya Arsen yang hanya dibalas geleng an oleh gadisnya. "Acha cuman mau ice cream" jawab Acha sambil memainkan jari-jari tangan Arsen. Jawaban gadisnya membuat senyuman Arsen merekah, gadisnya itu berbeda dari wanita lainnya, jika wanita lain yang mendekatinya hanya ingin harta dan ketampananya saja, lain hal nya jika gadisnya, gadisnya hanya ingin ice cream, tidak dengan yang lain. "Ok, kita beli, kamu mau sekalian sama pabriknya?" tanya Arsen. "Emang boleh?" tanya Acha sambil mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Arsen yang lebih tinggi darinya. "Apapun yang kamu inginkan baby" seketika pipi Acha memerah karena mendengarkan kata Arsen. Betapa bahagianya Acha mempunyai pacar seperti Arsen.
MALVIN [TIDAK DILANJUT] by aiingwindiii__
aiingwindiii__
  • WpView
    Reads 338,359
  • WpVote
    Votes 94,291
  • WpPart
    Parts 23
🚫𝐊𝐀𝐋𝐀𝐔 𝐌𝐀𝐔 𝐇𝐄𝐁𝐀𝐓, 𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐉𝐀𝐃𝐈 𝐏𝐋𝐀𝐆𝐈𝐀𝐓🚫 Cerita ini udah nggak dilanjutkan, karena satu dan lain hal!! -desc Malvin memutar bola matanya jengah, pemandangan setiap pagi yang ia lihat hanyalah perempuan dengan balutan Jas OSIS yang sudah berdiri di depan gerbang dengan buku catatannya. Siapa lagi kalau bukan Valda, sekretaris OSIS yang ia juluki Macan betina. Tak berbeda dengan Malvin, Valda pun jengah setiap hari harus mengotori buku catatannya dengan nama Malvin Sagara. "Bisa nggak sih lo sehari aja nggak telat? Buku catetan gue penuh sama nama lo doang." "Bisa, tapi gue males," balasnya enteng. "Kalo lo bisa dateng ke sekolah tepat waktu selama satu Minggu, gue kasih lo hadiah," tantang Valda. Malvin mengedikkan bahunya acuh, "gue nggak butuh hadiah." "Whatever?" Pertanyaan Valda membuat Malvin sedikit tergiur, ia mengangguk-anggukkan kepalanya lalu menatap perempuan didepannya. "Oke, gue bisa berangkat tepat waktu selama satu Minggu, tapi dengan satu syarat," ujarnya. "Apa?" "Kalo gue berhasil, lo harus jadi pacar gue."