jagadkelabu
- Reads 267,876
- Votes 2,965
- Parts 47
Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang pria muda yang memiliki segalanya menggunakan kecerdasannya yang jahat untuk memastikan bahwa satu-satunya jalan hidup seorang gadis hanyalah menuju ke arahnya.
"Turunin pelan-pelan, gue bantu lo," bisik Kai serak, suaranya terdengar seperti perintah namun ada nada haus yang tak bisa disembunyikan.
"Nghhh... K-Kak Matheo... hiks... nggak muat..." rintih Anin saat merasakan ujung panas dan keras milik Kai mulai mendesak masuk ke lubang belakangnya yang masih sangat mentah.
"Terus, Nin. Pelan-pelan," gumam Kai, napasnya memburu panas di depan bibir Anin. Otot leher Kai menonjol sempurna, menahan diri dengan sekuat tenaga agar tidak langsung menyentak panggulnya ke atas. "Dikit lagi... pinter, Sayang."
"Sakit... Kak Matheo, sakit banget... hiks..."
"Sshhh, jepit gue, Nin. Lawan rasa sakitnya," geram Kai, meskipun ia sendiri sedang tersiksa karena jepitan Anin yang luar biasa mencekik miliknya di bawah sana.
"Nghhh... Kak... Kak Matheo... ahhh!" Anin mendesah kencang, suaranya pecah memenuhi ruangan.
"Sakit, Kak... shhh, perih... tapi... ahhh!"
Plak!
"Nghhh... Kak..."
Kai menyeringai gelap saat melihat cairan bening kembali membasahi area sensitif Anin akibat rangsangan yang mendadak itu. "Baru gue tampar memek lo bocor lagi?"
Tangan Anin bergerak liar; satu tangan turun mengusap air liurnya sendiri yang membasahi putingnya lalu meremasnya dengan kuat, sementara tangan satunya lagi turun mengusap klitorisnya sendiri yang sedang beradu dengan pangkal paha Kai.
"Nghhh... ahhh... Kak Kai... liat..." rintih Anin, suaranya parau dan penuh gairah.
"Memek Anin gatel, Kak... ahhh! Memek Anin haus banget sama penis Kakak... m-masukkin lebih dalam lagi... ah!"