GxG
6 stories
RHYTHM by endorphixe
endorphixe
  • WpView
    Reads 931,887
  • WpVote
    Votes 53,696
  • WpPart
    Parts 58
"Suara drum, bass, keyboard bakal ganggu telinga lo, lo fokusnya ke gue aja. Ok?" "Emang lo kira gue fokusnya bakal kemana selain ke lo?" "You're trying to make me melt." "Eh, maksud gue bukan.. Anjir, salah ngomong! Sorry, maksud gue, gue fokusny-" • Kamu bisa dengar Fanfiction ini di SoundCloud "Morphinapple". Buka playlist "Rhythm" ya! Dengar lagu-lagunya waktu membaca, selamat menikmati jalan cerita gemas-gemas shani sama gracia~ [slow update tapi pasti kebayar juga aku jamin]
My Little Monster - Completed by octrouble_mg
octrouble_mg
  • WpView
    Reads 513,646
  • WpVote
    Votes 36,857
  • WpPart
    Parts 39
Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.
The Tale of Thousand Pictures by ArdenIgniss
ArdenIgniss
  • WpView
    Reads 117,647
  • WpVote
    Votes 11,195
  • WpPart
    Parts 27
"Ci Shani, aku gak ngerti kenapa sih Ci Shani berbuat segini baik ke aku? Aku bukan siapa-siapa, kenal Ci Shani aja sama sekali tidak pernah sebelumnya" Sayangnya jawaban dari pertanyaan seorang Shania Gracia itu tidak bisa langsung dia dapatkan. Shani Indira, model papan atas yang sedang tenar saat itu, meminta Gracia yang berprofesi sebagai Junior Photographer untuk mengambil foto dirinya sebanyak 1000 lembar sebagai syarat agar dirinya mau menjawab pertanyaan yang diajukan Gracia. Namun siapa sangka, pengambilan 1000 foto itu ternyata memiliki kisah sendiri di dalamnya.
Like The Perfect Ending  by artilea
artilea
  • WpView
    Reads 325,009
  • WpVote
    Votes 4,987
  • WpPart
    Parts 15
Cinta pada pandangan pertama? Kalian percaya itu? Mungkin bagi sebagian kalian meragukannya. Begitulah, mana mungkin kita bisa memahaminya tanpa pernah sekali pun mengalaminya? Seperti Tania dan Alya. Keduanya tidak percaya akan cinta pada pandangan pertama. Bagaimana mungkin, kita bisa jatuh cinta kepada seseorang ketika matanya dan mata kita bertemu untuk yang pertama kalinya? Mustahil! Namun, kemustahilan itu berubah menjadi nyata ketika rasa yang tak biasa menyusup di hati keduanya tatkala mata mereka bertemu untuk kali pertama. Belum juga mereka habis berpikir tentang ketidakmungkinan rasa yang timbul antara dua orang wanita dewasa, mereka dihadapkan pada pilihan yang membuat mereka harus memutuskan apakah mereka akan membuang rasa itu atau justru akan memperjuangkannya atas nama cinta?