c_inwonderland
- Reads 715
- Votes 36
- Parts 22
Kirey hidup dengan keyakinan sederhana yang ia pegang terlalu erat: masa muda tidak datang dua kali.
Baginya, hidup harus dijalani dengan bebas-sedikit berantakan, penuh tawa yang tidak selalu masuk akal, keputusan spontan, dan keberanian untuk pergi kapan pun dada terasa sesak. Ia keras kepala, sulit diatur, dan alergi pada batas. Aturan terasa seperti ancaman. Jadwal seperti jerat. Dan setiap bentuk kontrol selalu ia artikan sebagai pengekangan.
Selama ia masih bisa memilih pergi, Kirey percaya ia masih menjadi dirinya sendiri.
Nathan hidup di dunia yang sepenuhnya berbeda.
Dunia yang tidak memberi ruang bagi "nanti" atau "perasaan". Dunia yang dibangun dari struktur, batas, dan kendali. Sebagai dokter bedah saraf, ia terbiasa berdiri di bawah lampu operasi-tempat satu keraguan bisa mengancam satu nyawa, dan satu keputusan terlambat berarti kehilangan yang tak bisa diperbaiki.
Nathan tidak bergerak tanpa alasan. Ia menimbang sebelum melangkah, menahan sebelum bertindak, dan memilih diam daripada memberi janji yang tak sanggup ia pegang.
Baginya, kontrol bukan tentang kuasa, melainkan tanggung jawab.
Pertemuan mereka bukan sekadar pertemuan dua manusia.
Itu adalah tabrakan dua prinsip hidup.
Kebebasan tanpa arah bertemu dengan kendali tanpa kekacauan.
Masa muda yang ingin berlari bertemu dengan kedewasaan yang memilih bertahan.
Saat hubungan mereka melangkah ke tahap yang lebih serius, Kirey mulai ragu-bukan pada Nathan, melainkan pada dirinya sendiri.
Sementara Nathan, untuk pertama kalinya, harus belajar bahwa tidak semua hal bisa diputuskan seperti di ruang operasi.
Ini bukan kisah tentang siapa yang paling benar.
Ini adalah kisah tentang dua orang yang harus memilih: pergi karena perbedaan, atau bertumbuh tanpa saling menghilangkan.
Karena terkadang, mencintai bukan tentang menyatukan dunia-melainkan belajar berjalan di dua dunia, bersama.