rugpull
- Reads 9,990
- Votes 9
- Parts 4
Pagi itu, seragam cokelat muda khaki yang dipakai Ibu Melliyanti terasa lebih berat dari biasanya. Penugasan pertamanya sebagai PNS membawanya ke SD Negeri Pelosok 1, sebuah bangunan kayu lapuk di kaki bukit. Setiap malam, rindu pada suaminya, Firza (TNI), selalu ia tangisi dalam diam.
Ia menarik napas, memaksakan senyum saat melihat papan tulis yang dipenuhi coretan kapur tak jelas. Ia tahu, di sinilah ia harus mengabdi. Ia harus kuat, demi negara, dan demi Firza.
Tiba-tiba, keheningan pecah oleh suara yang lebih mendekati gerombolan bebek daripada murid sekolah. Pintu kelas didorong dengan keras.
Masuklah Geng Lima Jagoan, lima anak laki-laki kelas enam yang menjadi biang kerok sejati di SD itu. Kenakalan mereka memang khas anak SD, tapi frekuensinya membuat guru-guru lain menyerah.
Rizky (si pemimpin) melompat melewati ambang pintu, tangannya memegang ketapel yang ia sembunyikan di balik punggung. Di belakangnya, Bagas (si raja geger) berlari-lari mengelilingi meja, membuat kursi-kursi bergeser keras di lantai semen.