Nadiadwarnh's Reading List
3 stories
The Rain Admirer, Connoisseurs. | Taeyong by AyyHnk09
AyyHnk09
  • WpView
    Reads 27,642
  • WpVote
    Votes 11,519
  • WpPart
    Parts 37
[Menuntut untuk tamat] Ini kisahku dengan senja yang berjanji akan selalu ada. Juga hujan yang mencoba membaur dengan senja, namun kepekatan awan hitam melahap sang surya hingga senja pun lenyap dari pandangan. ❝Jika hadirmu telah menjadi candu, maka hanya rindu alasanku tuk ingin terus jumpa denganmu.❜❜ -Ay- ©️Ayyhnk09 _________________________________________ #Rank story #1 puisicinta (20/02/2021) #1 sajakrindu (15/02/2021) #1 puisirindu (25/02/2021) #1 sajaksenja (16/02/2021) #1 pengagumsenja (14/02/2021) #1 pengagumhujan (13/02/2021 #1 sajakhujan (10/03/2021) #1 Peom (12/03/2021) #1 Pecandusenja (15/04/2021) #1 Petrikor (17/04/2021) #1 penikmatsenja (17/05/2021) #1 sajak (20/05/2021) #1 quote (23/05/2021) #2 sajakcinta (17/05/2021) #3 diksi (13/03/2021) #1 puitis (02/04/2022) #7 quotes (21/05/2021) #9 hujan (14/03/2021) #9 jaeminnct (16/06/2021) #15 puisi (28/04/2021) #24 comedyromance (13/06/2021) #27 Tsundere (29/05/2021) Spesial for PLAGIAT [ Jadilah dirimu sendiri, sebab orang lain tak mau jadi sepertimu dirimu. ]
Nadi | Na Jaemin by Dyylaksara
Dyylaksara
  • WpView
    Reads 47,128
  • WpVote
    Votes 10,482
  • WpPart
    Parts 34
"Di kehidupan berikutnya, aku ingin menjadi matahari." "Kenapa harus matahari? Kamu tahu, Na, matahari adalah satu-satunya hal yang akan selalu menjadi penyendiri," kata Naraya. Kini matanya mulai beralih pada langit, dan menerjang silaunya sinar Sang Rawi. "Matahari juga satu-satunya hal paling sombong di muka bumi. Karena, tak ada satu netra pun yang mampu menatapnya terang-terangan." Mendengar pengandaian Naraya, Nadi menarik napas panjang. "Matahari adalah lambang dari segala ketabahan. Ia menjadi penyendiri lantaran ia menerima hakikatnya. Karena ketika ia meminta teman, maka ia akan mematikan seluruh kehidupan. Matahari bukan sombong, Naraya. Matahari hanya malu. Sebab, meski ia bisa melihat segalanya dari atas sana, namun ia tidak bisa membantu orang-orang yang kesulitan di bawah sini." Naraya terpaku. "Kalau kamu menjadi matahari. Lantas aku menjadi apa?" "Menjadi perempuan yang suka menulis." "Perempuan yang menuliskan kalimat 'kau pernah sedekat nadi, sebelum akhirnya sejauh matahari' begitu kah, Na? Kalau memang begitu, aku tidak mau." Nadi menggeleng. "Terlalu serakah jika aku menginginkanmu sebagai teman hidupku. Sebab itu, aku ingin kamu menjadi perempuan yang menuliskan kisah Matahari Si Penyendiri di dalam buku. Dengan begitu, setidaknya, aku tetap hidup dalam tulisanmu." . . 𝘒𝘢𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯𝘬𝘶. 𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘶, 𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘴𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘵𝘢, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘬𝘴𝘢. 𝘓𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢, 𝘕𝘢? ©Dyylaksara 2021 Revisi after end
Pelukan Terakhir Untuk Ibu Pertiwi [Revisi] by Artilery_CA
Artilery_CA
  • WpView
    Reads 797,299
  • WpVote
    Votes 12,338
  • WpPart
    Parts 15
[Dalam Tahap Revisi] "Saya terima nikah dan kawinnya Agni Candrasa Eka Pertiwi binti Hanung Wiratama dengan mas kawin tersebut, tunai." Satu tarikan nafas aku menjawab. Berkat menghafal berminggu-minggu. Kisah ini kutulis ulang dengan suasana yang berbeda, semoga tidak mengurangi kesan yang dulu atau bahkan hingga saat ini melekat diingatan. Kisah ini harus lebih baik, dari segi bahasa dan penataannya. Sebab aku ingin, kisah ini melegenda, terkhusus untuk istri, anak-anak, dan cucuku kelak. Melalui kisah ini, seorang Gibran Angkasa Nusa hanya ingin mengajarkan kepada anak dan cucunya perihal nasionalisme juga untuk menceritakan bagaimana hebatnya istriku, ibumu, atau mungkin nenekmu. Selain itu, aku juga ingin Agni menyadari bahwa ia begitu hebat dalam mendampingiku.