danielzone
- Reads 138,469
- Votes 14,318
- Parts 32
Angga bukan laki-laki kuat yang bisa begitu saja menerima kehancuran dan tenggelam di dalamnya. Ia hanya laki-laki dengan hasrat menggores kertas.
Maka, ketika seorang laki-laki aneh datang menawarkan bahu, Angga tidak menolaknya. Untuk apa? hidupnya hancur dan tanggung jawab masih dipundak.
Angga tidak boleh menyerah begitu saja meskipun Ia lelah setengah mati. Sedangkan laki-laki itu menawarkan banyak hal dan Angga dengan segenap kewarasannya memberikan imbalan.
Hatinya.
Tubuhnya.
Apapun itu tidak masalah.
Toh, hatinya sudah pecah, untuk apalagi disimpan rapat-rapat?