AllTheTime22
- Reads 2,791
- Votes 102
- Parts 8
"Jeong..." Suara Nayeon bergetar. "Tunggu, Yoo Jeongyeon."
Jeongyeon terus berjalan. Entah karena pikirannya terlalu dipenuhi berbagai hal atau suara Nayeon tenggelam oleh keramaian, ia sama sekali tidak menyadari bahwa namanya baru saja dipanggil.
~~~~~~~~~~
"Kenapa kisah cinta mereka jauh lebih rumit daripada kehidupan mereka sendiri?" gumam Sejeong.
Minjeong terkekeh pelan. "Mungkin karena kita sama-sama jomblo, Eonnie. Jadi kita tidak pernah benar-benar mengerti bagaimana rasanya jatuh cinta. Bisa jadi, bagi mereka semua ini terasa biasa saja. Hanya kita yang melihatnya terlalu rumit."
~~~~~~~~~~
"Sayang~" panggil Jisun dengan nada manja.
"Zzz..." Gyuri tetap terlelap, napasnya teratur tanpa sedikit pun bereaksi terhadap panggilan itu.
~~~~~~~~~~
"Dah... Dahyun..." panggil Sana dengan suara pelan, seolah masih ragu.
Dahyun menoleh sekilas. Ekspresinya tetap datar, tanpa sedikit pun menunjukkan tanda-tanda mengenali wanita di hadapannya.
"Ya?" tanyanya singkat.
~~~~~~~~~~
"Padahal suaraku bahkan tidak sekeras suaramu, Eonnie," keluh Chaeyoung tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikannya.
Mina membeku di tempat. Tatapannya terpaku pada Chaeyoung yang baru saja memasuki ruangan itu tanpa diduga.
~~~~~~~~~~
"Sayang... tak bisakah kamu menemaniku hari ini?" rengek Tzuyu.
Kekasihnya tersenyum tipis sebelum menggeleng pelan. "Aku juga ingin menemanimu, Sayang. Tapi kita tidak bisa meninggalkannya sendirian."
~~~~~~~~~~
"Eonnie, boleh tidak kalau kami melewatkan makan siang hari ini?" tanya Yena polos.
Eunbi mengangkat sebelah alis. "Biar nanti saat makan malam kalian minta dua porsi?"
"Waaah! Eonnie hebat! Bisa langsung menebak rencana kami!" seru Yujin dengan wajah berbinar.
Eunbi hanya menatap mereka datar.
~~~~~~~~~~
"Siapa namamu, gadis cantik?" tanya Jihyo lembut sambil tersenyum.
Gadis kecil itu tersenyum manis. "Aunty bisa panggil aku..."