itsmeAQUARIUS29's Reading List
2 cerita
Syila, in Silence [END] oleh minyjCups
minyjCups
  • WpView
    Membaca 2,744,929
  • WpVote
    Vote 86,764
  • WpPart
    Bab 59
Sheila Mecca Maida, gadis yang malam itu nekat menantang nasib di arena balap liar, kini terkapar di pinggir jalan. Aspal dingin mencium tubuhnya yang lemah. Darah mengalir, membentuk genangan merah di bawah cahaya lampu jalan yang terang. Pandangannya kabur, napasnya tersenggal dan dunia terasa menjauh perlahan. Di antara kesadarannya yang rapuh, satu rasa mengendap di dadanya. Sesal. "Harusnya nggak gini..." bisiknya lirih, nyaris hilang ditelan deru malam. Lalu segalanya gelap. Namun ketika ia kembali membuka mata, dunia yang menyambutnya bukan lagi miliknya. Ia tidak lagi menjadi Sheila Mecca Maida. Ia terbangun dalam tubuh Syila Archela Pradipta, seorang tokoh figuran dalam novel yang pernah ia baca sebelum kecelakaan itu terjadi. Dan sejak saat itu, takdir pun mulai bergeser. ------------------------------*-* Tag: #2 transmigrasi (11 Juli 25) #2 silence (11 Juli 25) #1 silence (12 Juli 25) #3 screet (12 Juli 25) #2 ceritapendek (16 Juli 25) #2 figuran (16 Juli 25) #1 ceritapendek (19 Juli 25) #1 secret (19 Juli 25) #1 sekolah (21 Juli 25) #1 misteri (27 Juli 25) #1 friendship ( 2 Augustus 25) ⚠️ Sebelum baca: Cerita ini murni dari pemikiran sendiri, terinspirasi dari kisah transmigrasi, bukan hasil nyontek. Jadi jangan asal tiru apalagi klaim ya 🙅🏻♀️🔥 Ditulis oleh penulis pemula, iya. Tapi bukan berarti bebas dijudge sesuka hati. Gak suka? Scroll aja. Gak usah nyinyir atau bikin asumsi ngasal. 😼💢 Baca santai aja, jangan bawa emosi. Enjoy! ➹📚✨
MAHESA oleh anotherfavgirl23
anotherfavgirl23
  • WpView
    Membaca 10,001,178
  • WpVote
    Vote 464,084
  • WpPart
    Bab 71
Hanya Aira Aletta yang mampu menghadapi keras kepala, keegoisan dan kegalakkan Mahesa Cassius Mogens. "Enak banget kayanya sampai gak mau bagi ke gue, rotinya yang enak banget atau emang gara - gara dari orang special?" Mahes bertanya sambil menatap tepat pada mata Aira. "Eh.. Tuan mau?" Aira mengerjapkan matanya. "Mau, gue mau semuanya!" Mahes merebut bungkusan roti yang masih berisi banyak, kemudian langsung membawanya pergi. Aira reflek mengejar Mahes. "Tuan kok dibawa semua? Aira kan baru makan sedikit," Aira menatap Mahes dengan raut memelas. "Mulai perhitungan ya lo sekarang sama gue." "Enggak kok, tapi kan rotinya enak, Aira masih mau lagi," Aira berkata dengan takut-takut. "Ga boleh!" Mahes langsung melangkahkan kakinya ke arah tangga menuju kamarnya. Aira langsung cemberut menatap punggung Mahes yang mulai jauh. Cerita dengan konflik ringan