JinnieraKim
Enam pangeran sekolah. Satu kelompok kemah. Dan satu murid yang tak pernah diperhitungkan siapa pun.
Setiap tahun, sekolah ini mengadakan kemah tahunan sebagai penutup kelas dua - dan setiap tahun pula, semua orang berharap bisa satu kelompok dengan enam murid paling populer yang dijuluki "pangeran sekolah". Tapi tahun ini, keenamnya justru dikelompokkan bersama satu orang yang sama sekali tak diharapkan siapa pun: seorang kutu buku pendiam yang selama ini hanya dikenal lewat nilai-nilainya, bukan keberadaannya.
Diremehkan sejak hari pertama - bahkan oleh mereka yang seharusnya jadi rekan satu tim - ia memilih diam. Tak membantah, tak membela diri. Sampai suatu hari, kelompok itu tersesat jauh di dalam hutan saat mencari tanda-tanda tersembunyi yang disebar para senior.
Di tengah kepanikan, sesuatu yang tak pernah siapa pun sangka mulai muncul. Ia yang selama ini dianggap tak berguna justru satu-satunya yang tahu arah mana yang harus diambil, tanaman mana yang mematikan, dan bagaimana caranya bertahan hidup.
Namun hutan itu menyimpan rahasia yang lebih besar dari sekadar tersesat. Sebuah bangunan tua, senjata tajam yang tersimpan rapi, dan jejak seseorang yang tak seharusnya mereka temukan - mengubah kegiatan kemah biasa menjadi perjuangan hidup dan mati.
Enam pangeran yang dulu meremehkannya kini harus mempercayakan nyawa mereka pada orang yang paling mereka abaikan.