LiteratusBarbar8_
- Reads 213
- Votes 81
- Parts 18
Kepergianmu masih menyisakan segelintir asa dalam sesalku yang terus saja bertualang tanpa henti. Di relung kalbu kau adalah jejal pada rintik yang menjelma hujan berulang kali, sedangkan di jemariku serupa kanvas yang mulai kehilangan warnanya.
Harapan masih ada, tapi sayangnya kesempatan itu hilang tak menyisakan apa-apa. Kemudian, kita sama-sama menghilang dari keterasingan sebuah rasa.
- Literatus Bar-Bar
***
𝐃𝐢𝐥𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐭!
𝐂𝐨𝐩𝐲 𝐩 𝐚𝐬𝐭𝐞 𝐛𝐨𝐥𝐞𝐡, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐦𝐛𝐞𝐫𝐧𝐲𝐚. 𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬𝐧𝐲𝐚, 𝐲𝐚, 𝐠𝐚𝐢𝐬!