dustonpaper
- Reads 587
- Votes 109
- Parts 2
Kalau kata Amanda, Kahyana itu susah ditebak. Kadang sikapnya manis, kadang ia dingin, kadang juga ia bersikap seolah mereka tidak saling kenal sama sekali.
Tidak pernah ada obrolan panjang di antara mereka, hanya sapaan formal yang selalu menggantung canggung di udara. Namun, semakin Kahyana menjauh, semakin Amanda merasa tertarik ke dalam gravitasinya.
Di balik sikap dingin Kahyana, pembawaannya yang tenang justru diam-diam menarik perhatian Amanda, meskipun ia masih enggan mengakui jika secara perlahan ia sudah mulai terpikat dengan tetangga barunya itu.
────────
gxg, lesbian, highschool romance, kartop
[This story contains LGBTQ themes and characters. Please note that in the universe of this story, being LGBTQ is completely normalized and considered a norm. If this content makes you uncomfortable, feel free to skip this book.]