lisanaashidqin
- مقروء 10,497
- صوت 1,631
- فصول 39
Bahunya bergetar tipis, suaranya tenggelam di antara dengung mesin motor. Alih-alih membalas, ia justru menarik tangan Cella sedikit ke depan, lalu menyelipkannya ke dalam saku jaketnya dengan gerakan yang cepat dan refleks.
"Tangan lu dingin," katanya sambil tetap fokus ke jalan di depannya. "Kebayang ga sih kalau lu mati gara-gara hipotermia di motor gue?"
Nada Kale terdengar dramatis, berlebihan, khas dirinya, cara kikuk untuk menyembunyikan rasa khawatir yang tidak pernah ia ucapkan dengan terang-terangan.
Cella mendelik, tapi tidak benar-benar marah. "Ngaco. Mana ada orang mati hipotermia cuma gara-gara berangkat sekolah?"