⭐⭐⭐⭐⭐
3 قصص
ADVERSARIAL| CORTIS KEONHO بقلم lisanaashidqin
lisanaashidqin
  • WpView
    مقروء 583
  • WpVote
    صوت 166
  • WpPart
    فصول 5
"Lo selalu percaya sistem bisa diperbaiki dari dalam," katanya pelan, suara masih serak karena teriak di barisan depan. "Dan lo selalu percaya harus dibakar dulu supaya berubah." Hening. "Tapi tadi... lo tetap balik buat gue." "Karena debat kita belum selesai." Visual by: Chiquita & Keonho (face claim only). This story is purely fictional.
maybe tomorrow we'll spill more dough and sing louder  بقلم artsahi
artsahi
  • WpView
    مقروء 435,010
  • WpVote
    صوت 62,822
  • WpPart
    فصول 53
Miko dan Dira selama ini hanyalah teman satu angkatan dan satu jurusan, yang juga kebetulan menempati unit apartmen di lantai yang sama. Interaksi mereka pun hanya sekadar saling menyapa saat tidak sengaja bertemu saat menunggu lift, atau berada di kelompok mata kuliah yang sama. Tidak pernah lebih dari itu. Tapi, bagaimana jika suatu hari bocah laki-laki berumur 4 tahun mengaku sebagai anak mereka dari masa depan?
The Time We Never Questioned | CORTIS بقلم lisanaashidqin
lisanaashidqin
  • WpView
    مقروء 10,497
  • WpVote
    صوت 1,631
  • WpPart
    فصول 39
Bahunya bergetar tipis, suaranya tenggelam di antara dengung mesin motor. Alih-alih membalas, ia justru menarik tangan Cella sedikit ke depan, lalu menyelipkannya ke dalam saku jaketnya dengan gerakan yang cepat dan refleks. "Tangan lu dingin," katanya sambil tetap fokus ke jalan di depannya. "Kebayang ga sih kalau lu mati gara-gara hipotermia di motor gue?" Nada Kale terdengar dramatis, berlebihan, khas dirinya, cara kikuk untuk menyembunyikan rasa khawatir yang tidak pernah ia ucapkan dengan terang-terangan. Cella mendelik, tapi tidak benar-benar marah. "Ngaco. Mana ada orang mati hipotermia cuma gara-gara berangkat sekolah?"