Karya Ku
2 stories
AKHTAR by sobathaluuu_
sobathaluuu_
  • WpView
    Reads 471,248
  • WpVote
    Votes 42,492
  • WpPart
    Parts 37
Akhtar namanya, diusia yang terbilang masih sangat belia, dia harus merasakan pahitnya kehidupan. Menjadi bayangan dikeluarga adalah takdirnya, bahkan Ayah kandungnya sendiri tidak mau mengakuinya sebagai anak. Ini kisah Akhtar, bocah cadel yang terkadang bertingkah menggemaskan. Kehidupannya berubah semenjak kejadian bertahun - tahun lalu. Akhtar hanya ingin diperhatikan oleh Ayahnya, namun kenyataan tidak semudah itu. Sang Ayah justru mengacuhkannya. Sampai pada akhirnya Akhtar menemukan kebahagiaan, dia menemukan kehangatan dari sosok Ayah, mungkin? *** Bukan lapak B×B! Cerita ini murni hasil pemikiran Saya. Jika terdapat kesamaan nama Tokoh, itu hanya kebetulan saja. Tema, Alur, Tempat, dan Waktu cerita jelas tidak meniru karya orang. Maka dari itu, disarankan untuk saling menghargai, dengan tidak meniru atau menulis ulang cerita ini. Masih jauh dari kata sempurna. Mohon dukungannya, dengan memberi saran, kritik, komentar dan vote! Terimakasih.. Salam kenal, Yayang Published : Jum'at, 25 Juni 2021 End : -
ArkanDika by sobathaluuu_
sobathaluuu_
  • WpView
    Reads 799
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 1
"Arkan ganteng banget, paraaahh!" "Udah pinter, sholeh, ganteng lagi. Argh idaman banget sih!" ~ "Heh, cacat!" "Dika..., Dika..., lo itu cuma beban doang buat Arkan. Mending lo pergi aja, jangan nyusahin Abang lo!" ~ "Bang, gue beban ya?" "Gue pergi aja kali, ya? Biar lo gak malu punya sodara kaya gue." "Fokus aja sama masa depan, lo! Gak usah mikirin gue, Bang!" "Dika, sekali lagi lo bilang gitu, gue jejelin juga mulut lo pake cabe!" ~ "Bang, Pak Joko udah nagih uang kontrakan!" "Bang, beras abis." "Bang, maaf gue gak masak. Makanannya abis," "Bang, maaf cucian masih numpuk. Kaki gue sakit lagi." "Bang tolongin, sakiit...." ~ "Lo istirahat aja, cucian biar gue yang urus. Gue pulang kerja lebih awal." "Dika, maaf. Gue gak bisa bawa lo periksa...." "Lo tahan sakitnya bentar ya, gue cari bantuan dulu." ~ Sejauh apa pun kamu pergi, aku tetap Kakakmu. Bagaimana pun orang memandangmu, aku tak peduli. Di mata orang, kamu terlihat rendah. Tapi di mataku, kamu anugerah. Jangan pernah pergi, jika bukan aku sendiri yang menyuruhmu pergi. - Arkananta. Aku memang terlihat tak sempurna. Tidak seperti orang - orang melihat Kakakku, mereka selalu membanggakannya. Bagi mereka, aku ini hina. Aku hidup hanya untuk menjadi beban seorang Kakak. Salah jika aku menginginkan hal yang sama? Tidak banyak, hanya ingin dihargai sebagai manusia saja, aku sudah bahagia. - Mahardika