pilopobia's Reading List
6 historias
The Grumpy | Doyoung por Quwind
Quwind
  • WpView
    Lecturas 2,220,625
  • WpVote
    Votos 318,370
  • WpPart
    Partes 53
SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU KESAYANGAN ANDA Gue gak marah, lo nya aja yang salah paham - Doyoung • Just for fun • Non baku • Tidak mengikuti kaidah penulisan yang baik dan benar ☆ Beberapa orang memutuskan berhenti membaca di tengah jalan. Itu pilihan. Tapi yang memilih untuk melanjutkan belum ada yang memberi keluhan :) © 2018
KUMPULAN QUOTES por pilopobia
pilopobia
  • WpView
    Lecturas 314
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 5
cinta, asa dan perjuangan.
Gendut? Siapa Takut! (DIHAPUS) por Alnira03
Alnira03
  • WpView
    Lecturas 3,726,136
  • WpVote
    Votos 514,682
  • WpPart
    Partes 37
Moza seorang penulis novel best seller yang memiliki masalah dengen berat badannya. Selalu menjadi bulan-bulanan temannya saat masih sekolah. Hingga cerita cintanya yang selama ini tak pernah berjalan mulus.
Revan & Reina por bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Lecturas 8,955,069
  • WpVote
    Votos 168,814
  • WpPart
    Partes 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.
Caramel Macchiato por ariqohf
ariqohf
  • WpView
    Lecturas 9,580,473
  • WpVote
    Votos 336,837
  • WpPart
    Partes 50
[CERITA INI SUDAH DITERBITKAN] Dia, seperti Caramel Macchiato. Dibalik tawanya, dia sedih. Dibalik keceriaannya, ia menyimpan luka. Semua orang hanya tahu bahwa ia adalah seseorang dengan sejuta keceriaan yang ia tebarkan tanpa tahu ia juga mempunyai sejuta kenangan pahit yang ia tutupi semanis mungkin. Tapi, tak ada minuman yang tak pernah habis walau terus saja diminum, bukan? Semakin lama, caramel yang ada diatasnya itu terkikis. Lalu, jika caramelnya sudah habis, akan ada rasa kopi yang pahit. Mungkin sedikit pahit karena sudah dicampur oleh gula dan susu. Dan lama lama, dia sudah mulai menampakkan kesedihannya. Membuat semua orang bertanya. Tetapi Ia tetap berusaha untuk menyembunyikannya semanis mungkin walau mungkin tak semanis dulu. Copyright © 2014 by Iffah Ariqoh.