MuamMaroh6
- Reads 370
- Votes 37
- Parts 10
"pada akhirnya, hanya ada "aku" dan "kamu", bukan "kita".." -aqeela calista
Ada cinta yang tidak pernah salah dalam rasa, tapi tak pernah benar dalam waktu. Bukan karena tak saling ingin, tapi karena semesta terlalu pelit memberi kesempatan.
Ada pertemuan yang terlalu indah untuk dikenang, namun terlalu pahit untuk dijadikan kenyataan. Kita bukan tidak berjuang, hanya kalah oleh kenyataan yang tak bisa dinegosiasi.
Beberapa cinta bukan berakhir karena kehabisan rasa, melainkan karena keadaan memaksa pulang sebelum sempat membangun rumah bersama. Seolah dunia berkata: "Kalian cocok, tapi tidak untuk sekarang."
Dan ada hati yang tetap menetap, walau tak lagi punya alamat. Yang diam-diam masih menyebut satu nama, meski tak lagi bisa menyapa.
Lucunya, cinta itu tidak pernah cukup kuat untuk melawan kenyataan. Ia hanya mampu bertahan dalam kenangan, menjadi senyum getir di tengah malam, menjadi bisu dalam ramai.
Ini bukan tentang cinta yang gagal. Ini tentang dua jiwa yang memilih menyerah, bukan karena berhenti mencinta, tapi karena terlalu mencintai hingga tak ingin saling menyakiti lebih lama.
Karena kadang, cinta paling tulus adalah yang terpaksa dilepaskan. Bukan karena tak ingin bersama, tapi karena tahu, bersatu justru bisa saling menghancurkan.