MeiyaKin
- Reads 9,416
- Mga Boto 551
- Mga Parte 18
Pagi itu, rumah keluarga Raden Ayu Kinasih Widyapradhani benar-benar heboh. Dari subuh, dapur sudah ramai. Ibunya bolak-balik ngecek tas, berkali-kali nanya, "Bajumu wis kabeh, Nduk?" Sang Romo sibuk memberi wejangan yang rasanya nggak ada habisnya. Sementara dua kakak laki-lakinya malah ikut nimbrung, satu nyuruh jangan lupa makan, satunya lagi ribut soal obat-obatan dan nomor darurat. Padahal yang berangkat cuma KKN, bukan pindah rumah.
Maklum saja, Kina adalah anak bungsu sekaligus satu-satunya anak perempuan di keluarga yang masih memegang erat adat Jawa. Mau nggak mau, semua orang di rumah jadi overprotektif.
Di tengah keributan itu, Kina cuma bisa menghela napas sambil sesekali tersenyum tipis. Semua persiapannya sudah beres sejak seminggu lalu. Justru dia yang paling nggak sabar berangkat ke Desa Mojosari untuk menjalani KKN. Buatnya, ini bakal jadi pengalaman baru yang seru. Tapi Kina sama sekali nggak menyangka, kalau KKN yang awalnya terdengar biasa itu justru akan membawa cerita yang nggak akan pernah dia lupakan.