BetweenBellRings
Bagi Ellara, tahun terakhir di SMA Garuda seharusnya berjalan biasa saja-penuh dengan aroma cat air, tumpukan tugas matematika, dan omelan Zavian, kakaknya yang hobi mencari ribut. Namun, di balik rutinitas itu, ada satu sosok yang tidak pernah beranjak dari orbitnya.
Arsen.
Laki-laki itu sedingin es dan sekeras batu bagi orang lain. Namun, bagi Ellara, Arsen adalah pelindung yang tak pernah banyak bicara. Arsen adalah tangan yang melonggarkan tutup botol minumnya, punggung yang selalu ada saat ia mengantuk di motor, dan mata yang selalu memastikan Ellara sampai di kelas dengan aman.
Selama ini, Ellara merasa "diam" di antara mereka adalah kenyamanan yang cukup. Namun, saat sebuah rahasia masa lalu mulai muncul dan orang-orang baru mencoba masuk ke dalam lingkaran mereka, Ellara menyadari satu hal: Arsen bukan sekadar sahabat yang selalu ada.
Arsen adalah segalanya. Dan kehilangan Arsen berarti kehilangan dunianya.
Di tahun terakhir ini, mampukah Ellara tetap bertahan dalam keheningan yang nyaman, atau justru suara hatinya harus mulai bicara sebelum segalanya terlambat?