rezhito
- LECTURES 5,455
- Votes 287
- Chapitres 29
Luo Xiaofan lahir dan besar di sebuah desa miskin. Karena keadaan ekonomi keluarganya, ia putus sekolah sejak kecil. Tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa suatu hari ia akan menikah dengan keluarga terpandang dan menjadi menantu keluarga pejabat tinggi di ibu kota.
Awalnya ia mengira keberuntungan akhirnya berpihak kepadanya. Seolah-olah langit menjatuhkan sepotong pai hangat tepat ke pelukannya.
Siapa sangka, yang jatuh justru sebuah "topi hijau" murahan.
Istrinya bukanlah sosok yang diimpikan. Untungnya, ia memiliki seorang kakak ipar yang nyaris sempurna.
Namanya Bei Lüqing.
Lahir dari keluarga terpandang, berwajah tampan, kaya raya, lulusan universitas bergengsi, berprestasi, dan memiliki kepribadian yang nyaris tanpa cela. Di mata Luo Xiaofan, Bei Lüqing adalah sosok yang hanya bisa dipandang dari kejauhan.
Namun Luo Xiaofan adalah orang yang hidupnya keras seperti rumput liar. Selama masih ada sedikit celah, ia akan tetap tumbuh.
Karena itu, ia terus mengubah tujuan hidupnya.
Ia mencoba menempatkan dirinya di setiap posisi yang mungkin di sisi Bei Lüqing.
Menjadi teman?
Gagal.
Menjadi orang kepercayaan?
Tak mungkin.
Menjadi tangan kanan yang berguna?
Tetap tidak memenuhi syarat.
Setelah mencoba semua kemungkinan, Luo Xiaofan akhirnya menyadari bahwa hanya ada satu posisi yang masih kosong.
Posisi yang... sangat tidak normal.
Padahal ia merasa dirinya sama sekali bukan orang mesum. Namun, demi tetap bisa berada di sisi Bei Lüqing, ia tetap memberanikan diri menempati posisi itu.
Akibatnya, Luo Xiaofan gagal menjadi sahabat Bei Lüqing.
Gagal menjadi orang kepercayaannya.
Pada akhirnya...
Ia malah menjadi kekasih "mesum" Bei Lüqing.
Kalau dipikir-pikir, Luo Xiaofan merasa dirinya benar-benar tidak adil diperlakukan seperti itu.
Rasanya seperti seseorang yang baru saja lahir di zaman dahulu. Bahkan silsilah keluarganya sendiri belum sempat ia hafal, tiba-tiba sudah dituduh bersekongkol dengan musuh.
• • •