Mocengii
- Reads 669
- Votes 147
- Parts 6
"Kita pasti baik-baik saja."
Kalimat itu selalu diucapkan Jake Alzan dan Samudera Danuandra setiap kali hidup terasa terlalu berat.
Samudera Danuandra hidup di balik nama besar ayahnya, seorang anggota dewan yang disegani. Setiap langkahnya telah diatur. Nilai sempurna, sikap sempurna, masa depan sempurna. Di mata semua orang, ia adalah putra teladan.
Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik senyum yang selalu muncul di depan kamera, Samudera tak pernah benar-benar hidup sebagai dirinya sendiri.
Berbeda dengan Jake Alzan.
Anak sulung dari keluarga sederhana yang kehilangan ayah sejak kecil. Setiap pagi ia membantu ibunya menyiapkan dagangan nasi uduk, membuatkan sarapan untuk adiknya, lalu berangkat sekolah dengan senyum yang tak pernah hilang, meski hidup berkali-kali mengujinya.
Dua anak.
Dua dunia.
Satu bangku yang mempertemukan mereka.