Jossgawin favorit story
12 stories
The Cost of a Heartbeat [JossGawin] by LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    Reads 13,163
  • WpVote
    Votes 989
  • WpPart
    Parts 25
[COMPLETED] "Dua tahun lalu profit perusahaan sedang surplus besar-besaran, Gawin. Itu namanya CSR, Corporate Social Responsibility, atau bahasa mudahnya: sedekah biar pajakku turun," ujar Joss santai. "Jadi nyawa mereka cuma buat pengurang pajak lo?" Gawin menatap Joss dengan tatapan tidak percaya, seolah ia sedang melihat monster. "Bisnis adalah bisnis. Tahun ini kita akan ekspansi gedung VIP baru, aku butuh likuiditas dana yang besar," jelas Joss tanpa rasa bersalah. "Dan pos pengeluaran yang paling tidak berguna dan hanya membakar uang adalah departemenmu itu," lanjut Joss dengan telunjuk mengarah pada Gawin. "Tidak berguna? Gue baru aja pulang dari desa, gue berhasil bikin tiga pasien pasung bisa jalan lagi!" seru Gawin membela diri. "Gue berhasil bikin anak-anak disabilitas mental di sana bisa makan sendiri tanpa disuapi! Itu kemajuan, Joss!" tambah Gawin dengan mata berapi-api. Joss tertawa kecil, tawa yang tidak sampai ke mata, tawa yang terdengar sangat menghina di telinga Gawin. "Selamat, kau berhasil mengajari orang gila makan sendiri. Berapa keuntungan yang masuk ke rekening rumah sakit dari prestasimu itu?" tanya Joss sinis. "Nol besar," jawab Joss sendiri sebelum Gawin sempat membuka mulut. "Lo... lo bener-bener nggak punya hati ya?" bisik Gawin dengan suara parau. "Gue punya otak, Gawin. Sesuatu yang sepertinya tidak kau miliki karena terlalu sibuk main jadi malaikat di lumpur," hina Joss telak.
ASSEMBLE by gabluk
gabluk
  • WpView
    Reads 10,677
  • WpVote
    Votes 825
  • WpPart
    Parts 32
Agen FBI Rose dan Bryan (Luke Voyage), di tugaskan untuk memecahkan kasus pembunuhan, human traficking dan peredaran narkoba yang terjadi di LA. Diduga kejahatan itu didalangi oleh mafia besar dari Thailand. Maka dari itu Rose dan Bryan diutus untuk secara langsung mendatangi Thailand, bekerja bersama kepolisian Bangkok mengusut kasus ini. Secara terpisah Rose dan Bryan memimpin timnya masing masing. Rose ditemani oleh Sammy (Gawin Caskey) polisi devisi IT dengan kecerdasan yang luar biasa, Billy (Joss Wayar) polisi devisi reserse kriminal yang bertubuh baja tahan banting, Kluen (Force Jirataphong) polisi devisi reserse kriminal yang juga seorang sniper handal. Mereka juga dibantu oleh 2 dokter kepolisian yang selalu siap siaga. Dokter Dean (Win Mettawin) seorang dokter bedah dan forensik yang selalu ramah murah senyum, dokter Sarah (Namtan Tipnaree) psikolog tegas nan cantik jelita. Juga kehadiran Ohm (Ohm Pawat) sebagai anggota tambahan yang memeperkuat tim. Mampukah mereka menjadi tim solid untuk memecah kejahatan besar ini. Sementara Bryan bersama timnya bergerak penuh semangat berusaha selalu di depan Rose. Apakah ada rahasia tersembunyi ? *karakter Rose bebas dari cast, penulis berharap agar pembaca secara mandiri mengimajinasikan siapa yang pantas menjadi Rose. Atau mungkin pembaca ingin menempatkan diri sendiri sebagai Rose, itu sangat dianjurkan.
Impromptu Fathers by gabluk
gabluk
  • WpView
    Reads 20,448
  • WpVote
    Votes 1,704
  • WpPart
    Parts 37
Fluke Gary Smith (Gary) seorang lelaki peranakan Amerika-Thailand sudah dua tahun menjalani hari harinya sebagai seorang pengajar bahasa Inggris di sebuah sekolah internasional kota Bangkok. Namun kini Ia di hadapkan pada krisis percintaan yang berbanding lurus dengan kondisi keuangannya yang memprihatinkan. Ini membuat Gary berinisiatif untuk menekan pengeluaran dengan mencoba mencari rumah sewa yang lebih murah. Hal itu membawanya bertemu dengan seorang lelaki bernama Jack Phassakorn Charoensuk (Jack) seorang karyawan di sebuah agensi periklanan yang juga berada pada kondisi sulit. Jack baru saja putus dan ditinggal oleh kekasihnya, ia yang merasa keberatan membayar sewa rumah sendirian, memasang iklan di internet untuk mencari seorang roomate. Satu bulan berlalu Gary dan Jack menjadi teman satu rumah yang akur. Hingga sebuah peristiwa tak terduga menghampiri. Di tengah malam yang dingin, seorang bayi mungil ditinggalkan di depan pintu rumah mereka. Apa yang akan mereka lakukan pada bayi mungil ini ? Apakah dua lelaki ini akan berhasil mengatasi permasalahan yang terjadi ?
Waddee, Khun Joss [JossGawin] by LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    Reads 331,604
  • WpVote
    Votes 18,941
  • WpPart
    Parts 34
[COMPLETED] "Gawin, kita menikah." Hening. Gawin yakin ia salah dengar. Mungkin pendingin ruangan yang terlalu dingin ini sudah membekukan otaknya. "Maaf, Khun Joss. Sepertinya saya tidak dengar dengan jelas. Anda bilang apa?" "Aku bilang," ulang Joss, matanya menatap lurus ke mata Gawin yang kini melebar karena syok. "Kita. Menikah." "HAH?!!" pekik Gawin.
1. Bloody Path [JossGawin] by LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    Reads 53,735
  • WpVote
    Votes 3,320
  • WpPart
    Parts 31
[COMPLETED} "Gawin," ulang Joss, seolah sedang mencicipi nama itu di lidahnya. Ia tersenyum, senyum yang sama sekali tidak ramah. "Gue Joss. Inget nama itu." Ia mengulurkan tangannya, bukan untuk berjabat tangan, tapi untuk menyingkirkan sehelai daun yang entah bagaimana menempel di kerah kemeja Gawin. Sentuhannya begitu ringan, tapi cukup untuk membuat Gawin tersentak kaget. "Sekarang, pergi," perintah Joss pelan. "Dan jangan sampe gue liat lo di wilayah ini lagi." Ia berhenti sejenak, seringai di wajahnya melebar. "...kecuali gue yang mau."
Just Mine [JossGawin] by LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    Reads 77,025
  • WpVote
    Votes 4,011
  • WpPart
    Parts 32
[COMPLETED] !Bijaklah dalam memilih bahan bacaan! --- Gawin tersentak dan hampir mundur, tapi cengkeraman Joss menahannya di tempat. Ia terperangkap. "Jangan bergerak," desis Joss di telinganya. "Selesaikan tugasmu." Gawin merasa panas menjalar ke wajahnya. Ini gila. Mereka berada di kantor, di siang hari, dengan pintu yang bahkan tidak dikunci. Siapa pun bisa masuk. Kepanikan mulai merayapinya, membuat jari-jarinya semakin kaku. "Kau tahu," lanjut Joss, suaranya kini lebih rendah, lebih serak, penuh dengan nada kemenangan. "Aku masih bisa membayangkanmu telanjang pagi ini. Berdiri di sana, gemetar... menungguku. Apa kau menikmatinya, Gawin? Merasa rentan seperti itu?"
Unbelievable [JossGawin] by LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    Reads 25,111
  • WpVote
    Votes 2,116
  • WpPart
    Parts 37
[COMPLETED] Nb. Cerita ini berdasarkan ide yang disampaikan oleh @IrmaRusmiyati3. *** Dia tampan, pikir Gawin tiba-tiba. Pikiran itu datang begitu saja, jujur dan tanpa filter, membuatnya nyaris tersedak kopinya sendiri. Joss sepertinya merasakan tatapannya. Dia menoleh. "Kenapa?" "Tidak," jawab Gawin cepat, mengalihkan pandangannya ke cangkirnya, wajahnya terasa hangat. "Kopinya... enak hari ini." Joss tidak berkomentar, tapi Gawin bisa melihat senyum yang sangat tipis, yang nyaris tak terlihat, bermain di sudut bibirnya sebelum dia kembali menatap ke depan.
The CEO's Fruit Stall [JossGawin] by LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    Reads 69,551
  • WpVote
    Votes 4,119
  • WpPart
    Parts 30
[COMPLETED] Gawin terengah-engah, dadanya naik turun dengan kasar. Dia sudah mengeluarkan semua yang terpendam. Kini dia menunggu. Menunggu reaksi, jawaban, apa pun. Tapi yang dia dapatkan hanyalah keheningan dan tatapan yang sama tenangnya. Joss meletakkan gelasnya, lalu dengan gerakan yang tidak terduga, sebuah senyum tipis-sangat tipis-terbentuk di sudut bibirnya. Senyum itu adalah bensin yang disiramkan ke api. "Jawab gue, brengsek!" raung Gawin, kehilangan kontrol. Dia maju selangkah, tangannya terangkat, entah untuk menarik kerah baju Joss atau melakukan hal lain yang lebih nekat. Tapi dia tidak sempat. Joss bergerak lebih dulu. Pria itu berdiri dari kursinya dalam satu gerakan yang begitu luwes dan cepat. Sebelum Gawin sempat bereaksi, dua tangan kokoh telah mencengkeram lengannya dan menariknya maju. Detik berikutnya, Gawin sudah berada dalam pelukan erat Joss, wajahnya terbenam di dada bidang pria itu.
Secret Boyfriend [JossGawin] by LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    Reads 20,555
  • WpVote
    Votes 1,555
  • WpPart
    Parts 28
[COMPLETED] Gawin dipaksa memiliki bodyguard adalah hukuman terburuk di dunia, terlebih saat pengawalnya adalah Joss Wayar, pria sedingin es yang lebih terlihat seperti mesin penjaga tanpa emosi daripada manusia. Bertekad untuk mendapatkan kembali kebebasannya, Gawin bersumpah untuk membuat hidup pria itu seperti di neraka agar ia segera berhenti. Namun, usahanya yang konyol untuk melarikan diri seketika terasa bodoh saat ia menyaksikan Joss melumpuhkan para penyerangnya dengan kebrutalan yang efisien dan mematikan. Saat rentetan teror dan percobaan pembunuhan mulai menghantuinya, Gawin sadar kehadiran Joss bukanlah sebuah hukuman, melainkan satu-satunya hal yang membuatnya tetap hidup. Kematian ayahnya ternyata bukanlah kecelakaan biasa, dan kini Gawin adalah target berikutnya dalam sebuah konspirasi gelap yang melibatkan miliaran baht dan rahasia negara. Di tengah desingan peluru dan kebohongan yang terungkap, mampukah ia memercayai sang pelindung yang menyimpan ribuan rahasia, apalagi saat hatinya mulai berdebar kencang bukan lagi karena takut, tapi karena tatapan mata pria itu?