urcrushnanana's Reading List
2 stories
Possessive The Devil [COMPLETED] by Erliiagustina
Erliiagustina
  • WpView
    Reads 1,346,347
  • WpVote
    Votes 68,913
  • WpPart
    Parts 37
Sheryl Grenta Mollin, kerap disapa Sheryl dikampusnya. Sheryl menyesal sendiri karena karena menolong Keluarga Afferd yang membutuhkan donor darah dan Akibat dari tindakan bodohnya tapi baik itu, dirinya terjerat Bersama Pria Yang berperan sebagai Putra pertama Dari Axel Afferd, yang tak lain adalah Raga Afferd. Raga Pria yang sangat posesif terhadap miliknya hingga membuat Sheryl jengah dan selalu melawan perkataan Raga. Sheryl selalu membantah Raga karena pikirannya agar terlepas dari pria itu namun dugaannya salah, dia semakin terjerat dengan Pria itu membuatnya selalu emosi sendiri dan dirinya harus terpaksa meninggalkan kekasih yang dicintainya karena Raga. Sheryl juga bukan gadis yang polos, dia hanya lugu dan mengetahui apa itu yang namanya penyatuan tubuh, namun Sheryl tidak melalukan itu. Hingga suatu saat Tibullah Rasa cinta didalam benak Sheryl sedikit demi sedikit, hingga dirinya akan terus mau disamping Raga, bahkan selamanya. _________ "Tolong lepaskan aku! Aku sudah memiliki pria yang sangat aku cintai!" Sheryl Grenta Mollin "Pilihanmu cuma ada dua. Menjadi milikku atau semua temanmu mati termasuk kekasih sialanmu" Raga Afferd. Beri dukungan dengan Tekan tombol bitang🌟 (Murni dari pemikiran sendiri, bila Ada kesamaan yang disengaja atau tidak sengaja saya mohon maaf sebesar-besarnya karena itu hanya kebetulan) (Jangan plagiat karya karena mikir Alur dan jalan ceritanya itu sangat sulit dan Hargai menulisnya)
Obsessed (COMPLETED) by nadyamhrn__
nadyamhrn__
  • WpView
    Reads 1,960,069
  • WpVote
    Votes 92,598
  • WpPart
    Parts 48
WARNING: (be wise for younger readers under 17, THIS STORY CONTAINS MATURE THEME AND STRONG LANGUANGE +) beberapa part akan di private. Follow if u wanna read it. Enjoy guys! ** Tangan keras laki-laki itu menggenggam erat jemarinya. Menelusup di sela-sela jarinya, mengunci pergerakan yang akan membuat wanita itu pergi. Tatapan matanya yang tajam dengan iris mata hitam pekat terus menatap tajam ke jalanan sambil menarik wanita itu yang bejalan terseok-seok mencoba menyeimbangkan langkah-langkah besar lelaki itu. Sampai di persimpangan jalan, ada sebuah lorong gelap nan sempit, laki-laki itu membawa wanitanya kesana. Menubrukkan tubuh wanita itu ke dinding. Wanita itu meringis menahan perih di punggungnya, namun ia tak berani untuk berontak. Ia menundukkan kepalanya dengan takut, menggigit bibir bawahnya tanda bahwa ia sedang merasa gugup atau takut. Organ vital di dalam dadanya berdentam dentum dengan cepat, memompa aliran darahnya yang dengan cepat naik ke kepala. Jemari kasar dan hangat lelaki itu mencoba meraih dagunya untuk mengangkat kepalanya. Tepat disana. Mata hitam itu tidak lagi menatap penuh intimidasi, kini mata hitam pekat itu menatap mata wanita itu dengan tatapan sendunya yang begitu memabukkan. Mencari-cari letak fokus wanita itu. Ia mendekatkan kepalanya pada wanita yang kini tengah menunggu aksinya, membuka sedikit bibirnya dan mencecap rasa manis bibir wanita itu. Seakan gejolak amarah yang siap membludak, menguap entah kemana. Wanita itu adalah candu baginya. Wanita itu adalah jiwanya. Setiap nafas yang dihembuskan oleh wanitanya, itu adalah nyawa untuk dirinya sendiri. Ciuman penuh hasrat dan sarat akan tak mau kehilangan. Ciuman menggebu seakan dikejar waktu. "Kau hanya milikku, Laura, selamanya akan begitu."