Daftar bacaan JIANGMI_08
2 stories
Mata-Mata Cantik Di Balik Mahkota by JIANGMI_08
JIANGMI_08
  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 18
Note: masih satu time line dengan cerita author yang berjudul : Mengawal Putri Manja. Avelyne Draevar lahir dari rahasia yang seharusnya dikubur bersama kematian ibunya-seorang mata-mata yang dihancurkan oleh raja. Namun alih-alih disingkirkan, Avelyne justru dibesarkan sebagai senjata hidup. Dilatih tanpa kasih sayang, ditempa dengan kebohongan dan manipulasi, ia tumbuh menjadi wanita dengan pesona mematikan-cantik, cerdas, dan berbahaya. Di usia tujuh belas tahun, ia dikirim ke kerajaan musuh dengan identitas baru: Celine. Tugasnya sederhana-menyusup, menggoda, dan menghancurkan dari dalam. Namun di tengah permainan penuh tipu daya, ia terjebak di antara dua pria: seorang pangeran yang terobsesi padanya, dan seorang panglima perang yang justru melihat kebenaran di balik topengnya. Di dunia di mana kepercayaan adalah kelemahan dan cinta bisa menjadi senjata paling mematikan... Avelyne harus memilih- tetap menjadi alat kerajaan, atau menghancurkan takdir yang telah ditentukan untuknya.
Mengawal Putri Manja by JIANGMI_08
JIANGMI_08
  • WpView
    Reads 209
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 47
Note cerita ini masih satu time line dengan cerita author yang berjudul : Mata-Mata Cantik Di Balik Mahkota Classic Romance Kael Thorne hanya ingin menyelesaikan tugasnya dengan cepat: ‎mengawal Putri Aurora Virelle ke Kerajaan Armath. ‎Sayangnya... itu berarti ia harus bepergian selama satu tahun penuh ‎dengan seorang putri yang: ‎tidak bisa tidur tanpa bantal empuk, ‎mengeluh hampir setiap hari, ‎dan entah bagaimana selalu berhasil membuatnya pusing. ‎Perjalanan ini seharusnya rahasia. Tenang. Tanpa masalah. ‎Tapi sejak hari pertama, Kael sudah tahu- ‎tidak ada yang akan berjalan sesuai rencana. ‎Di antara pertengkaran kecil, kejadian konyol, dan momen tak terduga, ‎perlahan sesuatu berubah. ‎Dan Kael mulai menyadari satu hal yang sangat berbahaya: ‎mengawal sang putri ternyata jauh lebih sulit... ‎ketika ia mulai tidak ingin melepaskannya. ‎Di akhir perjalanan itu, ‎di depan gerbang Kerajaan Armath- ‎"Perjalanan kita... sudah selesai, Tuan Putri." ‎Dan untuk pertama kalinya, ‎Kael berharap... ‎ia tidak pernah harus mengucapkan kalimat itu.