Mikajeh_kun
- Reads 640
- Votes 158
- Parts 3
Ada sebuah dongeng yang menceritakan tentang seorang gadis yang ditelantarkan oleh ibu tirinya setelah sang ayah meninggal yang kemudian menjadikannya sebagai pelayan di rumahnya sendiri. Setelah satu pesta dansa dan sebuah sepatu kaca, ia bertemu dengan sang pangeran dan hidup bahagia selamanya.
Namun, cerita ini bukan tentang sepatu kaca ataupun pesta dansa. Karena ketika gadis ini kehilangan satu-satunya pelindung dalam hidupnya, ia tidak pergi ke istana untuk berdansa. Melainkan, ia diseret menuju altar pernikahan yang dingin, mengenakan gaun putih untuk bersanding dengan pria yang sama sekali tidak ia kenali wajahnya selain namanya.
Terperangkap di dalam manor asing tunangannya yang selalu kosong, ia mengira dirinya hanya menjadi pion dalam transaksi serakah ibu tirinya. Satu-satunya pelarian dari rasa frustrasi dan isolasi itu adalah dapur manor di tengah malam dan taman di sudut manor. Di sanalah segalanya menjadi rumit ketika ia memergoki seorang pria misterius yang ia tuduh sebagai penyusup. Namun, perlahan justru menjadi satu-satunya orang yang mendengarkan keluh kesahnya di kegelapan.
Di antara memo-memo penuh kuasa yang ditinggalkan tunangannya di pagi hari, dan cangkir susu hangat yang ia bagi bersama sang "penyusup" di tengah malam, ada benang merah rahasia yang perlahan mulai terurai. Ada harga diri yang dipertaruhkan, ada identitas yang sengaja disembunyikan, dan ada sebuah kebenaran yang sengaja menahan diri hingga lonceng pernikahan berbunyi.
Sebab di bawah langit berbintang dengan aurora yang berwarna-warni, dongeng ini tidak menjanjikan kebahagiaan instan, melainkan sebuah rahasia yang siap menjungkirbalikkan segalanya.
「 Until Winter Became Home | Valeriy x Reader 」
Genshin Impact Characters © HoYoverse / miHoYo Co., Ltd.
Cover Art © 莊煙 (@Shoen4A)
Story © Mikajeh-kun