"Sejauh apapun kita mempertahankan akan hancur juga. Aku menjauh bukan karena keadaan kamu saat ini, tapi atas dasar tidak mampu menjalani hal yang salah. Tasbihku dan salibmu tidak bisa bersatu menjadi kita."
Aldi menghampiriku dengan tatapan tidak bisa diartikan. "Kalo lo mau punya banyak temen dan disegani sama semua orang. Lo harus punya ekskul di sekolah ini. Lo harus kreatif. Jangan cuman diem aja di dalem kelas terus gamau bersosialisasi." Katanya dengan begitu saja.
Aku diam saja. Aku tidak berani berurusan dengan seorang Aldi arkana.