kalau dijadiin novel, aku pengen jadi pembeli pertama
4 stories
Dialektiva by penacandramawa
penacandramawa
  • WpView
    Reads 345,598
  • WpVote
    Votes 59,181
  • WpPart
    Parts 50
Ini cerita tentang Tiva dan kejenuhannya terhadap tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampusnya--terutama di kelasnya. Tipe mahasiswa yang caper sama dosen, yang menggadaikan ungkapan agen of change sebagai alasan bolos kuliah, yang menyumpal telinganya dengan headset saat kuliah berlangsung, atau yang hanya bengong dan baca komik atau novel saat diskusi. Lalu Tiva sendiri masuk ke tipe mahasiswa yang mana? Dia tidak masuk di salah satunya. Dia membentuk tipe mahasiswa tersendiri--yang beranggotakan Tiva seorang. Tiva yang malas ikut diskusi "kacangan" di kelasnya, yang bukan mahasiswa berprestasi, yang tidak ikut BEM atau himpunan yang dielu-elukan sebagai media mahasiswa bisa mendapat banyak pengalaman, yang tidak pernah ikut riset atau penelitian juga. Tiva memang terkesan cuek dan apatis, tetapi ia selalu ada di garda terdepan dalam peka terhadap lingkungan sekitar. Juga, ia bisa menyelesaikan masalah hanya dengan kata-katanya. Dan saat dia berdialektika, semua tipe mahasiswa hanya bisa terdiam dan berdecak kagum dalam hatinya. Efek dari dialektika yang dilontarkan oleh Tiva (re: dialektiva) memberikan pengaruh besar setidaknya kepada tiga orang; Adiran Kiluan sebagai mahasiswa berprestasi yang tidak ingin spotlight miliknya ini berpindah kepada Sativa, Bumi Barameru sebagai "pejuang keadilan" yang merasa bahwa ucapan dan intuisi Tiva membuatnya menjadi manusia seutuhnya, juga Mizi yang sadar bahwa ia lebih dari sekadar "biasa". Baik Adiran, Bumi, dan Mizi pada akhirnya sama-sama mengorbit pada lintasan yang tidak pernah Tiva ciptakan. Ketiga laki-laki itu merasa berkonstelasi dengan Tiva dan merasa membutuhkannya. Tapi masalahnya, Tiva adalah seseorang yang kompleks dan sulit diterka. Akankah Adiran, Bumi, dan Mizi mampu mengorbit--bahkan melebur--bersama Tiva?
Refereinsi by penacandramawa
penacandramawa
  • WpView
    Reads 6,574
  • WpVote
    Votes 1,043
  • WpPart
    Parts 7
"Kita itu bertindak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Dan yang kita pikirkan itu sesuai dengan referensi yang kita punya. You are more than what you eat. You are what you read. You are what you see. You are what you talk with. You are what your friends are. You are what your circle is. You are what your reference." -Reinvazkia Almeera, aktivis muslimah militan Universitas Negeri Pallawa.
Aku dan Sang Pemusnah Masal by aileum
aileum
  • WpView
    Reads 119,453
  • WpVote
    Votes 21,690
  • WpPart
    Parts 35
Revel merencanakan kematiannya tiga minggu dari sekarang. Ada lima hal yang ingin dia lakukan sebelum mati. 1. Makan lima ayam goreng sekaligus 2. Menemui Papa atau Mama 3. Menyatakan perasaan pada Joyce 4. Berkelahi sampai babak belur 5. Making love with beautiful girl Awalnya ia merasa konyol, sekaligus tidak percaya tangannya benar-benar menuliskan daftar tersebut. Tetapi setelah dipikir-pikir, selama ini hidupnya terlalu serius. Jadi, tidak salah kan, menciptakan kesenangan sebelum mati?
sudah, istirahatlah by ___sadar
___sadar
  • WpView
    Reads 11,415
  • WpVote
    Votes 1,567
  • WpPart
    Parts 24
Semesta sudah sakit. Yang membuat hati manusia sarat akan penerimaan, penolakan akan kehilangan, lalu sedikit kepulangan yang selalu kita nanti-nantikan, berjuanglah. Kepada sepasang kaki yang terlihat sudah sangat lelah berlari, sebentar lagi. Sebelum pada akhirnya dua simpangan yang tidak pernah diberkahi ini akan tersenyum, lekas sembuh semesta. Pendusta paling bangsat itu sudah memiliki penerimaan yang lapang.