NiningAlisya20
- Reads 236
- Votes 28
- Parts 12
Ia bukan lagi sekadar mawar merah, melainkan mawar merah yang bercampur hitam, perpaduan antara cinta yang membara dan luka yang menggelap oleh pengalaman. Merahnya masih menyala, seperti gairah yang tak pernah benar-benar padam, tetapi hitam menyusup di sela kelopaknya, membawa cerita tentang patah, kehilangan, dan keheningan yang pernah ia lewati.
Ketika bunga itu mekar, keindahannya terasa berbeda. Merahnya berbicara tentang cinta yang berani, sementara hitamnya berbisik tentang malam-malam panjang yang ia lewati sendirian. Ia indah, tetapi bukan keindahan yang polos. Ia adalah keindahan yang lahir setelah bertahan, setelah berkali-kali terluka, setelah memahami bahwa cinta tak selalu datang dengan janji bahagia.
Banyak yang terpesona oleh warnanya, namun ragu untuk mendekat. Hitam pada kelopaknya membuat orang bertanya-tanya-apa yang ia sembunyikan, luka apa yang masih tersisa? Mereka memilih mengagumi dari jauh, takut bahwa mendekat berarti harus ikut menanggung kegelapan yang menyertainya. Namun ia tak pernah meminta untuk diselamatkan. Ia berdiri tegak dengan duri yang tetap setia menemani, seolah berkata bahwa semua yang membentuk dirinya, merah dan hitam, cinta dan luka-adalah satu kesatuan. Ia tahu, tidak ada keindahan tanpa bayangan, tidak ada cinta tanpa risiko, dan tidak ada kehidupan yang benar-benar utuh tanpa bekas luka. Mawar merah bercampur hitam itu adalah dirinya, bukti bahwa seseorang bisa tetap mekar, bahkan setelah gelap pernah menyentuh seluruh hatinya.