𝓱𝓶𝓶
24 stories
Buku Harian Haryan by Rifannah
Rifannah
  • WpView
    Reads 513,652
  • WpVote
    Votes 97,665
  • WpPart
    Parts 52
(WATTYS WINNER 2021 Kategori YOUNG ADULT) (#4 Fiksiremaja 24/5/24) Tersasar ke Jurusan Otomotif di SMK membuat Haryan berbaur hingga gaya pakaiannya disebut seperti anak kolong jembatan. Hal itu membuat banyak cewek yang menolak Haryan, tetapi saat mereka melihat rumah Haryan yang besar seperti istana, serempak semuanya mengatakan, "Oh ini, sih, boleh dibincangkan." Si malang Haryan. Sudah salah jurusan, kehilangan ambisi kehidupan, ditinggal gebetan, dan mencari yang baru malah ketemu cewek mata duitan. Namun, semua berubah ketika Haryan mendapatkan tatapan misterius adik kelas dari kejauhan. Tatapan begitu lama, menyimpan pesan, hingga memberikan celah misteri yang menarik untuk dipecahkan. Bertepatan dengan kemunculan tatapan itu, buku harian milik Haryan menghilang. Haryan merasa ditantang. [SELESAI] Start: 12-02-21 Finish: 17-07-21 *Highest Rank* #4 dalam Fiksiremaja (24 Mei 2024) #6 dalam Fiksiremaja (25 Mei 2024)
JENGGALA [Sudah Terbit] by Jwananrfdllh
Jwananrfdllh
  • WpView
    Reads 817,513
  • WpVote
    Votes 106,038
  • WpPart
    Parts 50
"Ketidaktahuan lebih mematikan daripada kematian itu sendiri." ****** Di tanah sakral Jawa, Satu puncak, Tiga cinta, Empat kesalahan. Alam, manusia dan malapetaka. Yang hilang lekas bergabung, yang pulang lekas tenang.
Tuan Rasa [Completed] by tmameliya
tmameliya
  • WpView
    Reads 771,068
  • WpVote
    Votes 66,431
  • WpPart
    Parts 42
Ini perihal yang pertama, yang datangnya tiba-tiba lalu pergi tanpa aba-aba. Semua dimulai dari ketidaksengajaan, kesalahpahaman, berlanjut pada pertikaian dan berakhir pada mengenal cinta. Bersamanya membuatku merasa jauh, begitu jauh dari sebuah kesiapan untuk kehilangan. Ini kisah cinta pertamaku, kisah tentang Tuan Rasaku.
Auriga Arsa (Completed) by raemanuellaa
raemanuellaa
  • WpView
    Reads 1,103,154
  • WpVote
    Votes 197,115
  • WpPart
    Parts 47
[SUDAH BISA PRE-ORDER] Namanya Auriga Arsa. Aku tidak tahu apapun tentangnya selain bahwa ia suka kopi hitam. Aku bahkan tidak tahu wajahnya seperti apa. Pesanan kopi atas namanya selalu datang ke kafe tempatku bekerja, hari Rabu pukul 5 sore. Namun, ia tak pernah datang sendiri untuk mengambilnya. Itu sebabnya setiap kali aku berteriak, "Atas nama Auriga Arsa!" Aku tidak tahu Auriga suatu hari akan benar-benar datang dengan rentetan cerita yang tidak pernah aku tahu ada.
Surat Untuk Januari by Cloudlhy
Cloudlhy
  • WpView
    Reads 175,140
  • WpVote
    Votes 36,032
  • WpPart
    Parts 35
Selayaknya segaris lintang jingga dalam biru senja. Atau selayaknya seutuh hangat menyelimuti setiap manusia ditemuinya. Wajahnya terangkat menampilkan senyum tanpa seraut luka. Namanya Ciera Pelita. Seharusnya surat dalam kotak ungu itu dikirim pada awal bulan Januari sebelum memenuhi opsi terakhir wishlistnya. Bunuh diri. Tapi Ciera menghilang pergi sebelum kotak itu terkirim, bahkan pada bulan Desember yang belum kunjung usai. Namun mengapa? Mengapa seorang Ciera Pelita? "Mau permen?"
Filsafat Cinta [SELESAI] by swp_writingproject
swp_writingproject
  • WpView
    Reads 240,157
  • WpVote
    Votes 25,350
  • WpPart
    Parts 35
"Rumi, di manakah aku dapat melihat Tuhanmu? Di manakah Dia yang telah berhasil membuatmu lupa terhadap dunia. Dia yang kau sebut sebagai cinta, telah mengambil seluruh bahagia yang kupunya." Pertanyaan pada sufi itu, berhasil mempertemukan kedua insan di bawah langit Anatolia. Ayas, perempuan penganut paham agnostisisme, seketika gagasannya luntur saat Nabil mengucap balasan atas pertanyaan miliknya. Pertemuan tersebut membawa Ayas pada banyak ujian-ujian yang tak terhingga jumlahnya. Bahkan ia harus mengorbankan persahabatan, asa dan cinta untuk mempertahankan keimanannya. Mevlana'nin Sehir, mengantar mereka pada perjalanan yang tak biasa. 01 Sept - 29 Des 19
Oris Sigra✔ by Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Reads 557,481
  • WpVote
    Votes 122,345
  • WpPart
    Parts 32
[SUDAH TERBIT] Dear, Naresh... Saat saya berkata bahwa saya mencintai kamu, saya tidak pernah berbohong. Bahkan saking cintanya, saya sempat berpikir bahwa kehadiran kamu di kehidupan saya hampir menyerupai oksigen. Tanpamu, saya tidak yakin bahwa saya bisa bertahan. Naresh, seperti katamu, kesedihan yang saya terima selama ini adalah langkah saya untuk mendewasakan diri. Tapi jika kesedihan terberat saya adalah dengan kehilangan kamu, maka sudah sedewasa apa saya di mata kamu? Saya tidak berpikir sejauh sana untuk bersedih, untuk tiba-tiba kehilangan kamu. Tapi jika memang benar sepahit itu kenyataan yang harus saya telan, maka baiklah. Saya persembahkan kedewasaan dalam diri saya ini untuk kamu. Hanya untuk kamu. ©tenderlova, 2021 | Oris, Hendery ⚠️21+⚠️
Tulisan Sastra✔ by Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Reads 16,172,752
  • WpVote
    Votes 1,771,940
  • WpPart
    Parts 31
[SUDAH TERBIT] "Sahara, hidup itu perihal menyambut dan kehilangan. Kamu tahu lagu Sampai Jumpa-nya Endank Soekamti, kan? ya kira-kira begitu lah. Tapi kamu tahu alasan kenapa manusia punya perasaan? sebab itu adalah satu-satunya cara kamu mengingat dengan kesan yang tak habis-habis. Jadi jangan terlalu sedih jika menemukan kehilangan-kehilangan lainnya. Sedihlah seperlunya, lalu ingat bahwa sebenarnya kamu tidak benar-benar kehilangan. Sesuatu itu abadi dalam kenang yang kamu bawa dalam perasaanmu. Sampai sini paham, kan?" "Sastra, kamu lupa tentang satu hal. Semakin singkat suatu cerita, semakin dalam luka yang tertoreh. Kehilangan memang akan terus terjadi. Tapi kalau boleh aku memilih, aku belum siap kehilangan kamu." Catatan: baca cerita ini di rumah aja, jangan ditempat umum. Demi keselamatan kita bersama. Terima kasih. Copyright© Tenderlova, 2020 LovRinz Publishing Hak cipta dilindungi undang-undang.
Narasi, 2021✔ by Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Reads 4,029,107
  • WpVote
    Votes 673,945
  • WpPart
    Parts 31
[SUDAH TERBIT] BAGIAN KEDUA TULISAN SASTRA Bulan juni datang lagi. Padahal sisa-sisa juni tahun lalu belum sepenuhnya selesai. Beberapa sedih dan sesal masih tertinggal dan membekas dengan baik. Tapi setiap kali Nana mendongak dan menatap langit yang biru, ia selalu merasa, "Aku pikir setelah dia pergi, dunia akan runtuh. Tapi ternyata langit masih tinggi, burung masih terbang dan waktu masih berlalu." Tahun depan, bulan juni pasti akan datang lagi. Dan sebelum bulan itu datang lagi, Nana berharap, dia bisa menyelesaikan segala hal yang belum selesai. ©tenderlova, 2021 | Narasi, 2021