nathasyaaagmy
- Reads 2,195
- Votes 534
- Parts 44
-----
Lagi-lagi dijebak,
Jari-jari (sok) puitikku tertembak,
Terusik, berteriak.
Oleh isi kepalamu yang meminta ditelusuri,
Oleh gaya bahasamu yang tiada pernah membosankan,
Oleh dentuman suaramu yang selalu menyenangkan.
Bulan saja bosan,
Apalagi merpati yang mahir berpesan,
Moga-moga kita akan selalu berkawan,
Tuan Pram yang sepi, dan Nona Ara yang tersakiti.
-----
Sajaknya sudah selesai, kumasukkan lembarnya dalam kotak pos. Surat yang tiada tahu sampai atau tidak ke penerimanya, kuharap semoga kau ingat dengan pohon rapuhmu. Iya, Aku.