HartatieHartatie
- Membaca 7,268
- Vote 591
- Bab 16
Di sebuah desa yang masih memegang erat adat leluhur, malam Jumat Kliwon bukanlah malam biasa. Warga desa percaya bahwa pada malam itu, batas antara dunia manusia dan dunia tak kasatmata menjadi sangat tipis.
Caeva, seorang anak kota yang baru datang ke desa, tidak pernah benar-benar memahami aturan tak tertulis yang dijaga turun-temurun oleh warga.
Rasa penasaran membawanya keluar di malam yang seharusnya tidak boleh dilanggar.
Namun malam itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan.
Dharma, pemuda desa yang sejak kecil hidup di tengah cerita-cerita tentang leluhur dan adat, menemukan Caeva berdiri di jalan desa dengan tatapan kosong dan tubuh yang bukan lagi sepenuhnya miliknya.
Suara yang keluar dari bibir Caeva bukan bukan lagi suara seorang remaja.
Sesuatu sedang marah.
Sesuatu yang merasa adat telah dilanggar.
Di bawah angin malam dan cahaya bulan yang pucat, Dharma harus menghadapi sesuatu yang bahkan tidak berani dibicarakan oleh banyak orang desa.
Namun satu hal menjadi jelas malam itu-
Apa yang sempat masuk ke dalam tubuh Caeva...
belum tentu benar-benar pergi.
Dan pelanggaran yang terjadi mungkin baru saja dimulai.