bvrrylovers
- Reads 130,315
- Votes 3,115
- Parts 73
⚠️ (Follow first before reading)
🔞🔞🔞
Sore itu, hujan baru saja membasahi koridor sekolah yang mulai sepi. Aleena masih terduduk di bangkunya, merapikan beberapa buku ke dalam tas ketika sebuah bayangan tinggi tegap mengurung pergerakannya.
Aldy berdiri di sana. Menatapnya datar, namun tatapan itu mengunci seluruh raga Aleena.
"Belum pulang, Aleena?" Suara bariton Aldy menginterupsi keheningan, terdengar begitu berat dan berwibawa di telinga Aleena.
Aleena mendongak, meremas pelan tali tasnya untuk meredakan gugup. "Ah... iya, Pak Aldy. Sebentar lagi jemputan saya datang."
Aldy melangkah satu tapak lebih dekat. Jarak mereka mengikis, menyisakan ruang sempit yang dipenuhi aroma parfum maskulin mahal bercampur maskulinitas yang pekat. Sangat tidak cocok untuk ukuran seorang guru honorer.
"Jemputan?" Aldy menaikkan satu alisnya, menatap lurus ke dalam manik mata bening Aleena hingga gadis itu menahan napas. "Batalkan. Kamu pulang bersama saya."
"Tapi, Pak... status kita di sekolah ini-"
"Di sekolah, saya memang gurumu, Aleena," potong Aldy cepat. Suaranya merendah, berubah menjadi bisikan tajam yang sarat akan dominasi seorang pria yang biasa mengatur ratusan karyawan. "Tapi di luar gerbang itu... kamu adalah satu-satunya orang yang berhasil mengacaukan logika saya."
Aleena terpaku. Jantungnya berpacu gila. Lesung pipinya menyembul samar karena ia harus menggigit bagian dalam bibirnya demi menahan debaran yang kian tak waras.
Di antara sekat tebal status guru-murid, perbedaan usia, dan rahasia besar tentang identitas seorang CEO yang menyamar, sebuah rasa tumbuh tanpa permisi. Menggerogoti batasan etika, menantang logika yang kian menipis.
ayo baca, follow, comment dan vote sebanyak banyaknya. thank you all.🍒
︵︵︵︵︵︵︵︵︵︵
⚠️ WARNING⚠️
🚫 Untuk remaja 18+ (Mengandung adegan kiss scene, not showing a photo).
🚫 Lebih banyak baper daripada konflik.
🚫 Mengandung bahasa kasar.
🚫 Jangan ditiru negatifnya.