_jopin
Tidak semua orang tumbuh dengan sosok ayah di dalam hidupnya.
Sebagian harus belajar memahami dunia sendirian-
menebak-nebak arah kehidupan,
jatuh berkali-kali,
dan mencari makna dari luka yang tidak selalu terlihat.
Buku ini adalah catatan kecil dari seorang laki-laki
yang tumbuh tanpa benar-benar mengenal ayahnya.
Seperempat abad hidupnya dipenuhi oleh ruang kosong yang tidak pernah sepenuhnya terisi.
Nasihat yang tidak pernah didengar.
Percakapan yang tidak pernah terjadi.
Dan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan yang harus ia jawab sendiri.
Namun hidup perlahan berubah.
Ketika ia bertemu dengan perempuan yang kelak menjadi istrinya,
dan suatu hari seorang anak perempuan hadir di dalam kehidupannya.
Azaleya Damara Rengganis.
Melalui halaman-halaman sederhana ini,
seorang ayah mencoba menuliskan perjalanan hidupnya-
tentang luka masa lalu,
tentang ketakutan menjadi seorang ayah,
dan tentang bagaimana seorang anak kecil
perlahan mengubah cara seseorang memandang kehidupan.
Nafas itu Bernama Rengganis bukan hanya tentang menjadi seorang ayah.
Ini adalah cerita tentang seorang laki-laki
yang belajar menciptakan sesuatu yang tidak pernah ia miliki sebelumnya:
sebuah rumah.