taniasasha
- Reads 3,401
- Votes 1,512
- Parts 18
Kancha menemukannya. Untuk yang pertama kali. Tatapan mereka terpaut. Tidak ada hal lain, hanya sebatas itu. Tanpa untaian kata tertinggal.
Melupakan prinsip bahwa jatuh cinta adalah hal yang paling mengerikan.
Kancha sadar, menyerahkan hati pada sosok Cello Lavoizer adalah bencana besar.
Sejenak dia tertawa miris. Bahkan untuk saling berkenalan saja, ia tak pernah lakukan. Lantas, mengapa hasratnya berkeinginan lebih padahal mereka hanya sebatas dua insani minim interaksi?
"He never love me back," gumamnya dengan wajah datar.
Tapi, apakah benar begitu, Cello?
| 𝐀 𝑳𝒐𝒗𝒆 𝐬𝐭𝐨𝐫𝐲 𝐰𝐫𝐢𝐭𝐭𝐞𝐧 𝐢𝐧 𝐞𝐲𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐚𝐜𝐭 𝐚𝐧𝐝 𝐤𝐞𝐩𝐭 𝑳𝒐𝒘-𝑲𝒆𝒚
🏅#1 of 415 stories - Misunderstanding (January 31, 2026)
🏅#1 of 314 stories - Denial (January 30, 2026)
🏅#1 of 70 stories - Sexual Harrasment (January 30, 2026)
🏅#1 of 35 stories- Yearning (January 30, 2026)
🏅#1 of story - Manhater (February 20, 2026)
🏅#1 of story - Phsycologist (February 20, 2026)
🏅#1 of story - Highschool (February 20, 2026)
©ᴛᴀɴɪᴀsᴀsʜᴀ | ᴏᴄᴛᴏʙᴇʀ 5, 2023
F e b r u a r y 1st, 2 0 2 6