On Going
4 stories
ANARGYA by yoursunrisegirl
yoursunrisegirl
  • WpView
    Reads 5,654
  • WpVote
    Votes 558
  • WpPart
    Parts 6
❝Katanya, lo ngga bakal pergi kayak mama. Tapi, kenapa sekarang lo ninggalin gue lebih jauh dari mama?❞ °°°° Bagaimana rasanya kehilangan separuh dari duniamu? Bagaimana rasanya merelakan satu-satunya orang yang menjadi penopang saat orang lain mendorongmu dengan kasar? Bagaimana rasanya hidup, saat alasanmu hidup tak lagi hidup? Bagaimana? Tolong beritahu Axel. °°°° (Cerita ini merupakan spin off HOME, disarankan membaca HOME terlebih dahulu)
Shine In Our Storm by yoursunrisegirl
yoursunrisegirl
  • WpView
    Reads 6,877
  • WpVote
    Votes 578
  • WpPart
    Parts 4
❝Yang nyerah duluan berarti cemen.❞ ㅡ Katanya, bertahan hiduplah untuk hal-hal sepele. Dan tiga eksistensi dengan badai tersendiri di jiwa masing-masing itu memilih untuk melawan segala liku kehidupan ketimbang menyerah. Karena menurut janji mereka, yang menyerah lebih dulu akan dicap sebagai mental tempe, alias cemen. Tentu tidak ada satupun dari mereka yang mau dicap seperti itu. Karenanya, ketiga pemuda itu akan bertahan selama mungkin. Sampai pada akhirnya, Tuhan sendiri yang menjemput, bukan mereka yang berinisiatif pulang sendiri.
PERFECT by yoursunrisegirl
yoursunrisegirl
  • WpView
    Reads 23,339
  • WpVote
    Votes 3,123
  • WpPart
    Parts 13
❝No matter what they said, you're still the definition of my perfect.❞ ××× Rafka ingin menuli. Berusaha tak peduli dengan pandangan orang pada Xavier, anak yang ia adopsi beberapa tahun silam. Persetan dengan gelar 'cacat' atau 'tidak sempurna' yang kerap orang-orang sandingkan pada putranya. Diulangi, Rafka tak peduli. Karena baginya, sesosok Xavier punya ruang istimewa di hati. Sesuai dengan arti namanya, Xavier itu penyelamat. Xavier datang di kala hujan, menangkupkan sepasang telapak tangan kecilnya untuk menghalau bulir air yang jatuh ke pucuk kepala Rafka, mengabaikan tubuh mungilnya basah tanpa sisa. Xavier datang, sedikit mengobati jiwa Rafka yang dipenuhi sayatan luka panjang bernama kehilangan. Dan Xavier datang, bak oasis di tengah gurun gersang berpasir yang menyelimuti hati Rafka. Sekali lagi, terserah apa pendapat orang, karena Rafka benar-benar tak ingin peduli. Menurutnya, Xavier lebih dari sempurna. Dan Rafka tak perlu repot menerangkan seindah apa bunga mawar pada orang yang tak suka bunga. Karena apa? Hal itu sia-sia. Percuma.
JUST by yoursunrisegirl
yoursunrisegirl
  • WpView
    Reads 42,635
  • WpVote
    Votes 4,347
  • WpPart
    Parts 16
❝Seandainya bisa milih, Kasa lebih baik ngga pernah terlahir ke dunia, daripada harus jadi alasan kehancuran keluarga kita.❞ *** Pada hakikatnya, Angkasa dan Biru itu dua hal yang tak dapat dipisahkan. Ya, seharusnya begitu. Namun, semesta enggan memberikan jalan cerita yang mulus pada mereka. Semesta memberi begitu banyak cobaan dan luka yang tak dapat dilihat oleh mata. Karena takdir yang tak adil, Sang Biru akhirnya membenci Angkasa-nya. Menanamkan dalam diri jika Angkasa bukanlah sosok yang berharga. Satu hal yang Biru lupa, sekeras apapun ia menampiknya dan sebenci apapun ia pada Angkasa-nya, ia tetap membutuhkannya. Biru membutuhkan Angkasa-nya. Dan Angkasa membutuhkan Biru-nya.