sosis_telur
- Reads 4,669
- Votes 612
- Parts 6
Ryan dan Kory tidak pernah belajar cara bernapas sendirian, sampai orang dewasa memaksa mereka mencobanya.
Di usia empat tahun, semesta mereka hanyalah selimut hangat yang mereka bagi berdua. Tempat di mana tawa adalah bahasa pertama dan satu-satunya yang mereka pahami, dan setiap mimpi selalu memiliki dua pemeran utama. Dunia mereka sekecil kamar tidur, tapi selengkap surga.
Lalu, logika orang dewasa datang merusak segalanya. Mereka membawa kata-kata tajam yang dibungkus dengan nada tenang 'perceraian,' 'hak asuh,' dan kebohongan paling menyakitkan-'untuk sementara.'
Ryan dipisahkan. Kory ditinggalkan. Dan untuk pertama kalinya, mereka terbangun tanpa bayangan yang sama di sisi tempat tidur.
Tak ada cara yang lembut untuk merobek dua jiwa yang lahir bersama.
Tak ada waktu yang cukup untuk menjelaskan pada anak kecil, bahwa kehilangan bisa datang dalam bentuk seseorang yang masih hidup-tapi tak bisa kau peluk lagi.
"Menepi untuk sejenak," kata mereka.
Tapi bagi dua anak kembar yang pernah saling mengenal bahkan sebelum dunia mengenal mereka- "sejenak" adalah luka yang tidak pernah sembuh.
setiap detik bukan lagi waktu, itu adalah detak jantung yang terasa asing di dada yang sepi.
© 𝘛𝘰𝘣𝘰𝘵 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘈𝘯𝘪𝘺𝘰𝘶𝘯𝘨𝘵𝘰𝘺𝘴