reveslow
- Reads 2,530
- Votes 293
- Parts 5
Eve Alinea Putri, sang mesin pembunuh jenius para orang berkuasa. Bekerja sendiri, pembuat alat sendiri, dan identitas yang tak diketahui satu pun orang.
Selama hidupnya, Eve tak pernah merasa kesepian. Tanpa orang tua, teman, atau pun kerabat. Tanpa seorang pun di dunia tahu identitasnya. Selalu hidup dalam bayang-bayang tanpa berharap bisa bersinar seperti matahari.
Tapi, siapa yang sangka ketika Eve meninggal karena kecelakaan motor, ia akan merasa kesepian?
Tepat ketika Eve berharap setelah kematiannya ia hidup kembali dengan kehidupan yang mengisi rasa kesepiannya, Eve tertarik ke dalam novel yang pernah ibunya bacakan sekali saat masih kecil.
Satu-satunya novel yang sempat ibunya bacakan sebelum seluruh keluarganya terbunuh oleh pencuri sialan.
Novel Sad Princess. Novel yang menurut Eve aneh karena berisi hal-hal sihir yang tak Eve mengerti saat kecil. Entah untuk sekarang, nyatanya yang Eve ingat hanya pemeran utama dibunuh ayahnya saat berumur delapan belas tahun.
Alasannya? Karena sempat muncul di pesta sang ayah saat berumur sembilan tahun padahal tak ada yang melihatnya. Pertama kalinya pemeran utama bertemu sang ayah dan tepat saat itu keadaannya yang tersembunyi semakin terasa terancam nyaris tak bisa bebas.
Parahnya, Eve tertarik ke tubuh bayi sang pemeran utama yang saat itu baru sebulan sejak dilahirkan. Seorang bayi yang bahkan tak bisa mengumpat menggunakan mulutnya dan harus diurus segala sesuatunya.
Bagaimana Eve bisa hidup di dalam tubuh putri, sang pemeran utama sedangkan dia sendiri sudah meninggal sebelumnya?
Lantas, jika Eve bisa bertahan. Bagaimana caranya merubah nasib agar tak bertemu sang ayah dan tetap hidup setelah melewati delapan belas tahun?
Tolong, dirinya tak ingin merasakan kematian untu kedua kalinya. Atau setidaknya, jangan dalam perasaan sepi lagi.