KangTahu69
Rated 13+
''Setiap makhluk hidup berhak memiliki pilihan dalam hidupnya, dan tidak ada satu manusia pun yang berhak memaksakan kehendak atas takdir orang lain. Kecuali... atas nama cinta yang telah buta.''
Shadow Moonlight selalu mengira takdirnya berjalan biasa saja sebagai murid baru di kelas khusus Pythagoras Academy. Namun, kedamaian itu terusik oleh sepotong mimpi buruk yang terasa terlalu nyata. Mimpi di mana langit berubah menjadi merah darah dan teman-teman yang ia sayangi tewas dibantai tanpa ampun.
Yang paling mengerikan dari mimpi itu adalah sang pelaku. Seorang wanita bergaun putih dengan tatapan kosong, yang membunuhnya dengan bisikan penuh air mata: "Di kehidupan yang baru, aku berjanji kita akan sempurna."
Ketika terbangun, Shadow mendapati dunia baik-baik saja. Namun, tanpa disadari dunia mulai berdarah sedikit demi sedikit setelah dirinya melangkahkan kakinya untuk mencari sebuah kebenaran.
Ketika batasan antara ilusi dan kenyataan mulai mengabur, Shadow dipaksa untuk mencari tahu: Apakah mimpi itu adalah masa depan yang harus ia cegah? Ataukah sebuah masa lalu yang sengaja dikunci dalam kenyamanan semu?
Di dunia di mana lingkaran takdir menolak untuk lurus, Shadow Moonlight harus memilih: menyerah pada akhir yang sempurna milik orang lain, atau menumpahkan darah demi merebut hak atas pilihannya sendiri.
"Tolong... Kali ini saja... Biarkan aku... Bahagia...."