nnlrya
Mark mengira melangkah keluar dari apartemen Donghyuck malam itu adalah pencapaian terbesar dalam hidupnya. Satu minggu ia dedikasikan untuk merayakan kebebasan yang selama ini direnggut-menikmati jalanan malam tanpa aturan, raungan mesin sirkuit, cewek-cewek yang mengelilinginya, dan tawa lepas yang dulu selalu terkekang oleh cemburu serta manipulasi Donghyuck. Di depan kawan-kawannya, Mark tampil bak pemenang yang berhasil lolos dari neraka.
Namun, kebebasan yang ia agung-agungkan ternyata hanyalah sebuah ilusi manis yang cepat basi. Begitu malam berganti hari, kebiasaan-kebiasaan kecil mulai menghantuinya. Sepinya kamar, keheningan ponsel yang tak lagi berdering, dan ketiadaan tatapan mendominasi dari Donghyuck justru membuat otak Mark perlahan hilang arah. Kebebasan itu tidak membuatnya bahagia-kebebasan itu dingin, hampa, dan menyiksa. Kontak fisik dan keterikatan emosional beracun yang selama ini membelenggunya berubah menjadi "sakaw" hebat yang meremukkan benteng pertahanannya.