SayaSatpoll's Reading List
7 stories
Pulau Nelayan by sukabapak69
sukabapak69
  • WpView
    Reads 75,771
  • WpVote
    Votes 703
  • WpPart
    Parts 15
Cerita dewasa, sesama jenis, bapak-bapak
GURU NGAJI ANTO [ON GOING] by jsztet
jsztet
  • WpView
    Reads 265,583
  • WpVote
    Votes 5,612
  • WpPart
    Parts 8
#1 MenxMen [8/8/2018] Berkisah tentang Anto yang sedang berusaha menjauhi dunia pelangi yang selama ini membuat dirinya menjadi manusia kotor dan dianggap sampah oleh keluarganya, sampai akhirnya dia disekolahkan di sebuah pesantren yang memiliki rahasia di dalamnya. Bersama dengan santri dan ustadz tampan lainnya, Anto bukannya berubah malah menjadi bertambah luar biasa ketika bertemu dengan para lelaki gagah disana. Bagaimana kehidupannya berikutnya? https://www.instagram.com/jsztet https://www.wattpad.com/jsztet
Before Lunch by Bear_IndoWP
Bear_IndoWP
  • WpView
    Reads 6,874
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
Cerita baru kelanjutan dari Perjalan Tugas Dinas Menceritakan Pengalaman Sex Pak Sardi dengan Pak Beni menjelang makan siang. Pak Beni : Pengacara , umur 40 tahun, perawakan tinggi 170 85 kg gempal manly berkumis berbulu dada, putih, rapi, married, Rule Sex (Pure Top).
KESEPIAN by Bear_IndoWP
Bear_IndoWP
  • WpView
    Reads 11,102
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 3
Tugas dinas saat itu kuselesaikan lebih awal. Saatnya ku nikmati suasana kota yang dikelilingi oleh pantai. Saat aku berada di sdut pantai, aku terhalang oleh 2 batu karang besar. Kujalan lewat pinggirnya. Saat kulewati batu karangnya,tepat didepanku ada seorang bapak bapak mengagetkanku. Ia lagi kencing. Insting homoku langsung mencuat! Bagaimana tidak,bapak itu memplorotkan celananya sampai sepaha,kontolnya terjuntai dan mengucur deras air kencingnya,Perutnya yang buncit menonjol dari balik kaos putihnya. Pentilnya tercetak jelas,menantang untuk digigit. Aku hanya terdiam memandangi pemandangan indah didepanku,tak ingin melewatkan setetes air kencing itu. Ingin rasanya aku tiduran dibawah sambil berbasah basahan oleh hangatnya air kencingnya!
MASSAGE by Bear_IndoWP
Bear_IndoWP
  • WpView
    Reads 54,462
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 4
Cerita ini cuma khayalan belaka dan fantasi penulis saja. Seluruh tokoh adalah bapak2 usia 30 tahun keatas dan berbadan gempal. Tokoh dalam cerita ini : Aku (Pak Sardi ) : Umur 40 tahun, gempal, berbulu dada, tinggi 170 berat 80 kg, berkumis tebal, maried, manly, macho, rule sex : Vers (bot) Pak Jamal : Wiraswasta, ketua RT. Umur 45 tahun perawakan tinggi 165 cm, berat 70 kg, gempal , sedikit bota, berbulu dada, berkumis, putih, Maried Manly Macho Rule Sex (Pure Top) Pak Imron : Anggota Dewan, umur 43 tahun, perawakan tinggi 180 cm berat 90 Kg, gempal, berkumis, hitam, maried, manly, Rule Sex (pure top) Pak Sofyan : Perwira Menengah TNI, umur 45 tahun, perawakannya tinggi 165cm , beratnya sekitar 70 kg, sedang Padat, berkumis, Jantan, Rule Sex (Bisex Bot) Pak Iwan : Sopir Pak Imron umur 48 tahun, perawakan tinggi 180cm berat 90 Kg, gempal berkumis, maried, manly, Rule Sex (Straight) Abah Burhan : tukang urut Penis, umur 48 tahun, perawakan tinggi 175 cm berat 85 Kg, Brewokkan, Manly, Gempal, Duda, Rule Sex (Verst Bot). Untuk pemerannya bisa diimajinasikan sendiri 😊😚 Cerita ini menceritakan tentang kaum gay atau Homo, bagi para pembaca yang kurang suka dengan kaum LGBT lebih baik skip saja. Masih banyak cerita-cerita lain di aplikasi ini. Terimakasih
Teringat Masa Lalu  by Bear_IndoWP
Bear_IndoWP
  • WpView
    Reads 21,342
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Parts 6
Pengalaman pertamaku bercinta dengan laki-laki terjadi ketika aku baru memulai bisnis usaha warung kaki lima di kota Jakarta.
Les Privat by DanyHenz
DanyHenz
  • WpView
    Reads 15,852
  • WpVote
    Votes 209
  • WpPart
    Parts 3
Mereka mulai merangkak mendekati ku. Aku hanya terpaku dengan nafas yang hampir tertahan oleh tingkah laku mereka. Tatapan penuh nafsu bak seekor singa melihat seonggok daging segar tergeletak dan siap untuk dilahap. Tangan-tangan mereka mulai menyentuh kaki ku kemudian naik hingga ke perutku. Aku terpejam, kepala ku refleks menengadah ke langit-langit rumah itu. Kurasakan sentuhan-sentuhan telapak tangan itu begitu banyak. Oh nikmat apa ini yang aku rasakan.