lala_young22
Deskripsi Cerita
“Nehebkau dan Chandrama: Cinta yang Dilarang”**
Berlatar di Mesir pada tahun 1500 Masehi, kisah ini mengisahkan seorang pangeran putra mahkota bernama Nehebkau, keturunan makhluk mitos Medusa yang membawa darah ilahi sekaligus kutukan mengerikan. Ia terlahir sebagai bangsawan agung, diselimuti kemewahan, kekuasaan, dan ketakutan—dengan rambut putih yang dapat berubah menjadi ribuan ular bermata merah saat amarahnya bangkit.
Namun di balik darah dewa dan takhta emas, Nehebkau hanyalah seorang manusia yang merindukan cinta.
Takdir mempertemukannya sejak kecil dengan Chandrama, seorang gadis rakyat jelata berparas cantik namun hidup dalam kemiskinan. Perbedaan status, darah, dan dunia tidak mampu menghalangi perasaan yang tumbuh perlahan di antara mereka. Hubungan yang terjalin diam-diam itu menjadi satu-satunya cahaya dalam hidup Nehebkau—dan satu-satunya dosa menurut istana.
Ketika cinta mereka terungkap, kemarahan orang tua Nehebkau menghantam tanpa ampun. Atas nama darah ilahi dan kehormatan kerajaan, Nehebkau dihukum, bukan untuk membunuh tubuhnya, melainkan untuk mematahkan hatinya. Chandrama dipaksa memilih: mempertahankan cinta atau menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya.
Ia memilih pergi.
Sejak kepergian Chandrama, Nehebkau tetap hidup—namun tidak pernah benar-benar ada. Ia menjadi pangeran yang patuh, tenang, dan dingin, sementara jiwanya tertinggal bersama cinta yang direnggut darinya. Darah Medusa di tubuhnya tidak lagi dipicu oleh amarah, melainkan oleh kehilangan, menjadikannya makhluk yang lebih berbahaya dari sebelumnya.
Kisah ini bukan sekadar tentang cinta terlarang, tetapi tentang harga yang harus dibayar ketika takhta, darah, dan kesombongan dewa mengalahkan perasaan manusia. Sebuah tragedi tentang pengorbanan, penyesalan, dan cinta yang tidak pernah benar-benar mati—meski dipaksa berpisah oleh dunia.