Dandadan000
- Reads 3,087
- Votes 501
- Parts 34
Kim Minjeong hanyalah mahasiswi Fakultas Sastra tingkat akhir yang tidak pernah berencana untuk lulus. Bagi dia, kehidupannya sudah berhenti saat Appanya meninggal dan Eomma-nya kembali menikah dengan pria kasar yang terlalu ringan tangan (dalam hal negatif) dan suka berjudi.
Kakaknya, Kim Taeyeon, sudah lebih dulu meninggalkan rumah karena tidak tahan dengan perilaku Appa tiri mereka. Berulangkali Taeyeon mengajak Minjeong untuk ikut bersamanya, tapi Minjeong memilih untuk tinggal karena ia tidak tega meninggalkan Eommanya.
Namun, berada satu atap dengan Appa tirinya membuat perilaku Minjeong ikut berubah 180 derajat. Ia menjadi pemurung dan mudah tersulut emosi. Minjeong, yang dulu ingin menjadi penulis pun mengubur dalam-dalam impiannya itu dan mulai bekerja sambil kuliah hanya untuk memenuhi kebutuhan Eommanya yang tak pernah cukup karena uang yang ada selalu dipakai Appa tirinya untuk berjudi.
Taeyeon sendiri tetap berusaha sekuat tenaga memberikan dukungan materi dan non-materi untuk pendidikan Minjeong. Dan, saat Minjeong bertekad untuk berhenti kuliah, seorang Doktor Sastra baru yang mengajar mata kuliah penulisan kreatif membuatnya berpikir dua kali.
Adalah Yu Jimin, Doktor Litterarum muda dari Oxford, yang ternyata teman semasa sekolah Taeyeon, yang juga adalah penulis ternama dengan nama pena 'Karina', dan ternyata adalah penulis favorit Minjeong. Kehadirannya seolah memberikan secercah harapan baginya untuk menggapai impian dan mengubah hidupnya.
Tapi, apakah itu mungkin?
Apakah seorang Kim Minjeong berhak untuk mendapatkan kebahagiaan?