UtiiHan
Di kota kecil yang selalu diguyur hujan setiap awal bulan, keluarga Lee dikenal sebagai keluarga yang sedikit aneh.
Semua laki-laki di keluarga itu mewarisi kemampuan untuk melihat emosi manusia. Kesedihan muncul seperti kabut biru yang menggantung rendah, kemarahan menyala seperti bara merah yang panas, dan kesepian turun pelan-pelan seperti hujan kecil yang hanya jatuh pada satu orang.
Kemampuan itu awalnya terlihat seperti anugerah, tapi lama-kelamaan berubah menjadi kutukan. Dunia di sekitar mereka terlalu berisik, terlalu penuh, sampai sulit untuk sekadar hidup normal dan dekat dengan siapa pun tanpa merasa kewalahan.
Sampai suatu hari, seorang perempuan bernama Park Binna pindah ke rumah sebelah. Terlalu cerah. Terlalu berisik. Terlalu hidup untuk diabaikan. Dan yang paling aneh, keluarga Lee tidak bisa melihat emosi Binna sama sekali. Di mata mereka, Binna seperti titik tenang di tengah badai.
Namun semakin dekat mereka dengannya, semakin banyak rahasia lama yang mulai terbuka. Tentang hujan yang selalu datang di waktu yang sama, tentang kutukan yang sudah lama mengikat keluarga Lee, dan tentang alasan kenapa emosi Binna disegel sejak kecil.
Ini adalah cerita tentang rumah tua yang hangat meski berisik, tentang keluarga yang penuh kekacauan tapi saling menjaga, tentang kutukan yang diwariskan turun-temurun, dan tentang seseorang yang tanpa sadar menjadi tempat pulang-seseorang yang akhirnya membuat dunia terasa lebih tenang.
©Utii Han, Mei 2026