about sickmale
17 stories
Unfinished Stories by wontheB
wontheB
  • WpView
    Reads 144,341
  • WpVote
    Votes 4,803
  • WpPart
    Parts 90
a brain dumps contains of one shot and few ⚠️TW/CW : sickmale, paralysis, graphic stories. Mention of disease and sickness.⚠️ [Random updates] rahma Copyright 2022
ILY, disabled husband.. (Slow Revisi) by Risabilla
Risabilla
  • WpView
    Reads 213,715
  • WpVote
    Votes 7,450
  • WpPart
    Parts 61
Cerita geje hanya untuk hiburan pribadi. Jika ada yang tertarik ikut membaca silahkan, tak ada pun tak apa. Serius, ini hanya untuk kehaluan ku semata, banyak usia maupun bagian cerita yang terlihat gak normal jika di hubungkan di kehidupan nyata. Please jangan terlalu di hujat yaa... 😅😅 Saran maupun kritik boleh, tapi jangan di hujat karena gak sesuai normal di dunia nyata, karena gimana pun akunya suka terlalu halu dan lebay.
Lie On Love by Risabilla
Risabilla
  • WpView
    Reads 176,815
  • WpVote
    Votes 4,604
  • WpPart
    Parts 50
kehaluan semata.. sekedar hiburan pribadi.. di luar nalar logika..
Memories [END] by Anggia_c
Anggia_c
  • WpView
    Reads 51,333
  • WpVote
    Votes 1,833
  • WpPart
    Parts 25
when you lost your memories and trapped in the obsesion
BUTA •MWDM• by Ulien2804wkwk_
Ulien2804wkwk_
  • WpView
    Reads 35,714
  • WpVote
    Votes 3,109
  • WpPart
    Parts 34
🕊️ Biasakan follow sebelum membaca🕊️ (romance×minor spiritual) Judul awal: Married With Disabled Man Judul sekarang: BUTA Awalnya, semua tentang aku dan dia baik-baik saja. Dia adalah calon suami yang menurutku paling sempurna, yah, walau aku tau Dia tak pernah menyukaiku. Salahkan kedua orang tua kami yang menjodohkan kami, sejak kecil. Tapi semua itu berubah sejak kecelakaan itu, Dia yang tak pernah menyukaiku tiba-tiba mengangkat perjodohan kami. Yah, semuanya tak ada artinya bagiku. Start 29 September
I call it love by wiedy_wynk
wiedy_wynk
  • WpView
    Reads 657,600
  • WpVote
    Votes 35,531
  • WpPart
    Parts 86
Gracia menjalani kehidupan normalnya sebagai seorang pediatri, tidak ada yang istimewa hingga dia bertemu dan merawat Archer, keponakan pemilik rumah sakit tempatnya bekerja. Hidup Gracia jungkir balik setelah Archer menyatakan cinta. Tapi, Memahami Archer seperti menghitung pasir, berusaha menguak Archer seperti menguliti kulit ari. Kenyataannya Gracia tidak cuma merawat raga, tapi juga jiwa yang remuk. Gracia seperti Cinderella yang pelik. Bertahan itu membuatnya babak belur, sedangkan pergi juga bukan pilihan terbaik. ✓ Sedang proses revisi Feel free to leave some comments kalo ada yang perlu di sampaikan. Thank you 😘
Nothing to See(REVISI) by nandeyarum
nandeyarum
  • WpView
    Reads 9,583
  • WpVote
    Votes 503
  • WpPart
    Parts 21
"Bu, Kenapa aku harus dijodohin Bu? Kenapa ibu punya hak jodohin aku? Ibu kan tau kebenaran-nya!" "Saya ingin kamu menjalani yang sudah kita putuskan bersama. Bahkan dalam kebohongan sekalipun" "Gua belum siap untuk menikah. Gua masih seorang cewe yang membutuhkan kebebasan dalam berhubungan" "Kenapa gelap? Saya membutuhkan cahaya. Kenapa tidak ada cahaya sama sekali di sini?" ____________ Rara...Seorang cewe yang masih berumur 19 tahun a.k.a 20 tahun. Entah karena sebuah alasan apa dia dijodohkan dengan cowo. Yang baru beberapa hari terjalankan nya pernikahan, kesialan terjadi. Saga sebagai suami Rara mengalami kecelakaan dan akhirnya mengalami kebutaan.
[C3] Hingga Detik Ini by penulisanon
penulisanon
  • WpView
    Reads 170,044
  • WpVote
    Votes 16,753
  • WpPart
    Parts 42
[SEBAGIAN PART DIPRIVATE: FOLLOW > ADD LIBRARY > READ] 50+++++ WARNING! INI CERITA BERAT DAN SEDIH JUGA PILU. Adtirga : "Saya sebenarnya membutuhkan mata karena saya tidak bisa melihat. Saya juga membutuhkan kaki karena saya tidak mampu berjalan. Dan yang bisa membantu saya adalah kamu, Mudya. Kamu bisa menjadi mata sekaligus kaki saya. Saya mohon." Pramudya : "Saya berjuang sejauh ini untuk menjadi seorang sekretaris, pak. Bukan merawat orang sakit. Dari sekian peserta audisi kenapa harus saya? Seandainya dari awal audisi ini adalah untuk merawat orang sakit. Lebih baik saya mundur, pak."