Work
3 stories
Semesta Athair (END) by Rainara_Rain21
Rainara_Rain21
  • WpView
    Reads 3,306
  • WpVote
    Votes 389
  • WpPart
    Parts 15
ANTARA KHAYALAN DAN KENYATAANNYA. Semesta pengen punya ayah kayak Appa Langit. Sosok ayah yang mengorbankan seluruh hidupnya demi sang anak. "Motor kamu saya tilang," lanjutnya. "Appa tega! Appa udah nggak sayang lagi sama, Esta?" "Oke, fine! Nih, bawa motor Ann, Appa." Di rumah sakit. "Gimana keadaan Esta?" tanya Langit kepada anaknya. "SEMUA SALAH APPA! KALAU SAJA APPA BIARIN AKU BELI OBAT TEPAT WAKTU, ESTA NGGAK MUNGKIN PERGI SEKARANG!" "Maaf." "MAAF NGGAK AKAN BALIKIN ESTA, APPA!" "Maafkan Appa, Nak," gumamnya. "Apakah kamu yakin?" "Ya. Saya yakin. Demi anak saya," ujarnya sebelum melepaskan semua atribut polisi miliknya. Tapi, itu cuma khayalan. Karena nyatanya ayahnya adalah Bumi Athair. "Aggrh ... sakit Papah! Papah jangan pukul Athair. Atha janji bakalan jadi yang Papah inginkan. Tapi jangan pukul Atha lagi. Itu sakit."
WINTERSWEET (Judul Awal Possessive Prince Ice)  by Rainara_Rain21
Rainara_Rain21
  • WpView
    Reads 34,725
  • WpVote
    Votes 1,892
  • WpPart
    Parts 22
WINTERSWEET (Si Musim Dingin yang Manis) NEW VERSION Warning⚠️ cerita ini mengandung emosi tingkat tinggi ⛔ "Ann, kenalin ini Kak Rafasha yang sering gue bicarain sama lo." Dipertemukan, diperkenalkan, dan juga mulai terbiasa dengan sosok Rafasha Raganathan-oleh sahabatnya, Ann mulai menyukai Rafasha yang selalu kedua sang sahabat bicarakan padanya. Cintanya mungkin tidak bertepuk sebelah tangan, karena Rafasha juga menyukainya. Namun, bagaimana dengan kedua sahabatnya yang juga menyukai Rafasha? Dan bagaimana Ann harus bersaing dengan Zeira, adik tiri Rafasha yang juga menyukai Rafasha? Bugh! "Lo temen munafik yang pernah kita temui, Ann. Dibelakang kita lo diam-diam suka sama Kak Asha, kan?" Plak! "Zeira benci sama Kak Ann! Kak Ann yang buat Bang Asha jadi dingin sama Zeira!"
Benua Atlantik (True Story)  by Rainara_Rain21
Rainara_Rain21
  • WpView
    Reads 686
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 11
Tentang Sebuah luka yang melupakan senyumnya. "Aku pengen hidup tenang, Pah!" "Kamu mau hidup tenang?" tanya Bima-sang ayah yang dibalas anggukan oleh Bulan dengan mata berbinar penuh harap. "Mati aja. Dijamin hidupmu tenang." Tentang lukisan yang tak lagi menarik perhatian pemiliknya. "Jangan sakiti Lica, Bulan. Aku mohon. Karena aku nggak mau semua fasilitasku dicabut oleh, Papah, paham?!" Tentang Harapan, Semesta, dan Bulan tanpa senyum. Bulan berharap bertemu dengan Dokter semesta bisa melupakan luka yang dibuat Atlantik dan dia bisa tersenyum kembali. Ia bahkan memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya pada psikiaternya itu. "Aku mencintaimu, Dokter semesta," ungkap Bulan. "Maaf, saya sudah menikah, Bulan." Tentang Musim dingin yang terlupakan. "Kak Anta jangan lupa bawain Sakura, ya! Kalau nggak, aku ngambek, nih!" Anta tersenyum lalu menganggukan kepalanya, sebelum berbalik menghapus air matanya yang terjatuh tanpa diminta. Aku kira kamu akan memintaku untuk terus di sini, Bulan.