read
89 stories
Beneath the Maroon Silence by fairybluer
fairybluer
  • WpView
    Reads 484
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
"Mengapa saya tidak layak mendapat cinta dari Madam?" Tangan yang bertumpu di pinggang Seraphine bergerak naik dengan gerakan teratur──naik kemudian turun──menikmati kulit punggung yang tak terlindungi oleh gaunnya sendiri. Punggung ini, tubuh ini, wajah ini, entah kenapa membangkitkan fantasi tabu yang tak seharusnya ada. Kekehan rendah keluar dari mulut Seraphine, membuat fantasinya terpaksa berhenti. "Dasar lancang." Cael, jika saja dia bukan penjaga wilayah Valette, mungkin sudah sejak lama dirinya menjadi tahanan di penjara bawah tanah dengan rantai mengalung di lehernya. Dorongan untuk mempermainkan makhluk rendahan itu, entah kenapa semakin besar. ──────────── ˎˊ˗ 𝐁𝐞𝐧𝐞𝐚𝐭𝐡 𝐭𝐡𝐞 𝐌𝐚𝐫𝐨𝐨𝐧 𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐜𝐞 by fairybluer (ENJI)
Notasi Daging by SherlynurSafitri
SherlynurSafitri
  • WpView
    Reads 45,160
  • WpVote
    Votes 2,343
  • WpPart
    Parts 39
#1. Salomani Tabuni "Aku akan gusur tanah leluhurmu sampai tak tersisa batu pun untuk kau pijak, Salomani!" Ucap Guven Mason Callum-Jaksa keturunan Belanda-Jawa, yang terobsesi untuk menguasai Tanah Papua dengan menjadi kaki tangan para Pemerintah. 🥇#1- Goverment 🥇#1- Budaya 🥇#1- Aktivis
Confidential Vows | Arsen & Clarin (END) by c_inwonderland
c_inwonderland
  • WpView
    Reads 96,161
  • WpVote
    Votes 3,891
  • WpPart
    Parts 152
She brought the color he had been searching for, and he gave her a place she never knew she needed. •◇• Clarin hidup dengan rencana. Ia masuk ke Han Group lewat kerja keras, menaiki setiap tangga jabatan dengan disiplin, dan menjaga reputasinya dengan ketelitian yang nyaris tanpa celah. Hidupnya lurus, terukur, dan tertata-nyaman dalam logika, aman dari kejutan. Sampai Arsen Hasmana masuk ke dalam hidupnya. Bukan sebagai direktur. Melainkan sebagai suami. Pernikahan mereka berlangsung cepat, tenang, dan jauh dari sorotan publik. Bagi dunia, Arsen adalah pewaris Han Group yang dingin dan tak tersentuh. Bagi Clarin, ia adalah kontradiksi yang tidak pernah ia persiapkan: tegas namun perhatian, tertutup namun selalu tahu kapan harus hadir. Di kantor, mereka menjaga jarak seperti dua orang asing yang profesional. Di rumah, kesunyian justru menjadi ruang tempat jarak itu perlahan runtuh. Semuanya bermula dengan kehati-hatian. Percakapan kecil. Tatapan yang seharusnya tak berarti apa-apa. Kehangatan yang tumbuh tanpa izin. Hingga suatu hari Clarin menyadari-bukan kariernya yang berubah, melainkan dirinya. Ia, perempuan yang selalu percaya pada logika dan kendali, kini harus berhadapan dengan perasaan yang tumbuh di tempat yang tak pernah ia rencanakan. Dan Arsen, pria yang hidup di bawah beban nama dan sorotan, akhirnya menemukan warna yang selama ini ia cari-tanpa pernah tahu bahwa ia telah lama hidup dalam dunia yang terlalu abu-abu. Namun rahasia selalu menuntut harga. Dan cinta, lebih mahal dari apa pun. Di dunia yang tak memberi ruang untuk salah, Clarin dan Arsen dihadapkan pada satu pilihan: menjaga batas yang melindungi mereka- atau melangkah melampauinya, dan menanggung segala risikonya.
The Dateline by saturnspecies
saturnspecies
  • WpView
    Reads 149,104
  • WpVote
    Votes 16,213
  • WpPart
    Parts 34
Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game: revisi tanpa ujung, lembur tanpa batas, dan deadline yang terkadang tidak masuk akal. Pitching, presentasi, bikin copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan. Gilbran Mahesa. Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang: mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga. Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan? ⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin. First published: October 4th 2025
The Station by seoulsmermaid
seoulsmermaid
  • WpView
    Reads 2,776,687
  • WpVote
    Votes 232,950
  • WpPart
    Parts 54
Bagi Gendhis stasiun bukan hanya sekedar tempat untuk menunggu rentetan gerbong besi yang akan mengantarkannya. Stasiun menjadi tempat untuknya menuju sebuah rasa yang menjadi obat. Stasiun bukan hanya tentang kereta untuk Auriga. Stasiun menjadi sebuah tempat tentang melepaskan, menerima, dan sebuah sambutan. - sta·tion the place where someone or something stands or is placed
Let's Make Love by zyourwrite
zyourwrite
  • WpView
    Reads 1,416,432
  • WpVote
    Votes 66,186
  • WpPart
    Parts 61
Ananda memang pernah suka sama Aldian, tapi itu dulu. Perasaannya sudah lama dia tinggalkan dibelakang sebab sadar bahwa cowo itu selamanya hanya akan menganggapnya sebagai sahabat saja. Namun, Nanda sendiri tidak pernah membayangkan suatu hari cinta monyetnya itu akan datang sendiri padanya menawarkan sebuah pernikahan dengan alasan 'biar dapat warisan' katanya. Nanda tahu Aldian itu memang rada-rada gak jelas sejak SMA, tapi dia tidak menduga bahwa cowo itu akan segila ini. Pasalnya suatu yang Nanda fikir hanya bercanda saja ternyata Aldian sungguh-sungguh menawarkannya. Tapi, kenapa? kenapa tiba-tiba jadi Nanda?
Sky & Land by patimkp
patimkp
  • WpView
    Reads 31,438
  • WpVote
    Votes 1,341
  • WpPart
    Parts 73
Langit dan tanah tidak bisa disamakan, keduanya memiliki perbedaan kesetaraan dan pencapaian. Gambaran langit dan tanah seperti kehidupan rumah tangga Ghazam dan Frea, dua sosok yang memiliki karakter unik yang mewakili langit dan tanah, mereka dipertemukan dalam tali perjodohan. Langit itu seperti Ghazam Karunasankara, sosok Komandan Kompi yang ditakuti para anggota dalam Kompi hingga kegalakan bahkan hukuman tanpa ampun sampai menyebar ke batalion dan itu membuatnya menjadi sosok yang disegani dan ditakuti. Langit adalah karakter yang sulit diraih dengan kaki meloncat tidak akan bisa digapai, langit yang menguasai cuaca di bumi pertanda malam, siang dan pagi datang darinya sehingga jika suasana hati langit sedang sakit maka akan turun hujan. Namun jika sudah membaik maka terbit pelangi. Penggambarannya mirip dengan Ghazam yang hidup dengan penuh aturan. Ia punya prinsip, dan punya konsekuensi jika dilanggar. Semua perintahnya harus dituruti, jika tidak, maka akan kena batunya. Karena hidupnya yang terlalu serius itulah yang membuat laki-laki tersebut lupa cara bahagia. Sedang tanah, menggambarkan sosok Frea Eulalia yang ceria dan santai. Tanah menjadi tenpat mahluk hidup tumbuh dan berkembang, memberi tempat bagi manusia dan tanaman bertahan hidup. Tanah adalah pijakan yang tulus. Walau terus diinjak, tapi ia memberi tempat bagi siapapun untuk bahagia. Tanah ada di bawah langit dan terus begitu, ia tidak bisa bersama karena langit terlalu tinggi untuk tanah raih. Dan seperti itulah kehidupan Frea dan Ghazam. Frea yang selalu mencari kebahagiaan dan kehidupan bebas dengan sifat tomboy dan blak-blak 'annya malah di penjara dengan aturan mengikat dari Ghazam yang berusaha mengubahnya menjadi wanita feminim dan sholehah. ________ Penasaran dengan kisah mereka? Simpan di rak perpus kalian untuk menanti jadwal updatenya. Banyak pelajaran hidup, dan perasaan campur aduk yang ditabur dalam kisah ini, romansa berpadu komedi. Cups langsung baca!
Through the Lens [END] by dindaarula
dindaarula
  • WpView
    Reads 247,107
  • WpVote
    Votes 17,484
  • WpPart
    Parts 45
Ketika bertugas sebagai seksi dokumentasi dalam acara festival musik di kampusnya, lensa kamera milik Mahameru Faradya tak sengaja menangkap objek lain berupa seorang gadis yang tanpa disangka mampu menarik perhatiannya dalam sekejap. Rasa penasaran yang tinggi pun membuat laki-laki yang kerap disapa Radya itu mencoba mencari tahu perihal sosok aslinya. Namun, hasilnya nihil. Hingga berminggu-minggu kemudian, di saat Radya mulai tak berani untuk berharap banyak, semesta pada akhirnya mempertemukan ia dengan gadis yang sangat ingin ditemuinya sejak lama. Tapi sialnya, pertemuan singkat tersebut sama sekali tidak berjalan mulus. Sebab alih-alih dimulai dengan ajang perkenalan, gadis itu malah mengira Radya seorang penguntit! Radya yang dituduh demikian tentu tak bisa menerimanya begitu saja. Andai kata pertemuan berikut betulan ada, maka Radya pastikan ia takkan melepas sang gadis dengan mudahnya. --- © August 2022 by Dinda Arula
Flirting With Danger by cherriearies
cherriearies
  • WpView
    Reads 56,126
  • WpVote
    Votes 1,551
  • WpPart
    Parts 8
"Alright, Jane. Gue tantang lo godain dan duduk di pangkuan tuh cowok," Siapa sangka malam dimana Jane sedang bermain truth or dare bersama temannya malah membawa dia ke dalam bahaya karena bertemu dengan laki laki yang bahkan dia tidak kenali dan lebih gilanya lagi Jane bahkan duduk di pangkuan laki laki itu --------- Content warnings : kissing, harsh word, intimate skin contact, smoking, dirty pick up lines, mature content, etc. be wise..
Turned Left by zoereyyite
zoereyyite
  • WpView
    Reads 242,554
  • WpVote
    Votes 13,313
  • WpPart
    Parts 26
Faye adalah orang yang visioner. Tujuan hidupnya jelas dan terperinci. Setelah lulus SMA dia akan mencari sugar daddy untuk membiayai pendidikannya, kemudian membuka usahanya sendiri, menempuh pendidikan magister di Britania Raya, dan menetap di sana setelah puas keliling dunia. Dia akan menikah di usia 30-an dan memiliki anak di tahun ke-3 pernikahannya. Tapi itu dulu. Rencananya hancur berantakan gara-gara list pertama yang dibuatnya. Sugar Daddy yang dipilihnya membawa petaka dalam hidupnya! "Aku nggak mau tahu pokoknya kamu puasa. Satu bulan. Jangan pernah berani minta jatah sebelum kamu kembaliin ruko itu." Faye mencoba mengancam. "Milik saya milik kamu juga. Saya akan suruh orang-orang saya untuk atur kembali interiornya ke semula." "Nggak bisa gitu! Udah aku bilang aku mau bangun usaha aku sendiri, tanpa campur tangan kamu. Batu banget sih kamu mas."