LoVeLG23
- Reads 54,142
- Votes 2,263
- Parts 30
"Sudah bangun, Manis?" Suara Dew terdengar dalam dan sedikit serak khas pagi hari.
Tee refleks menarik selimut hingga menutupi dagunya, menyembunyikan wajahnya yang ia yakin pasti memerah karena panggilan itu. "P'Dew... kau mengagetkanku." Suaranya terdengar lembut dan sedikit tertahan, khas miliknya yang Dew bilang sangat lucu.
Dew terkekeh pelan, sebuah suara yang hanya Tee dengar. Ia berjalan mendekati ranjang, aura bintangnya yang biasa terlihat di televisi dan papan iklan seolah luntur, berganti menjadi kehangatan seorang kekasih. Dew duduk di tepi kasur, kasur itu sedikit melesak turun. Tangan besarnya yang terawat terulur, mengusap lembut pipi putih Tee yang menyembul dari balik selimut.
"Aku harus segera berangkat. Ada pemotretan pagi ini untuk minuman energi," kata Dew, ibu jarinya mengelus pelan tulang pipi Tee.