Haickalyou24's Reading List
40 historias
Dikutuk Bersamamu ~ BL {Mpreg} por NaylaWynne
NaylaWynne
  • WpView
    LECTURAS 1,059,144
  • WpVote
    Votos 87,773
  • WpPart
    Partes 55
Setelah bertahun-tahun merantau dan merasa lelah dengan hiruk pikuk kota, Azka memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, sebuah desa kecil yang tanpa ia sadari telah berkembang pesat. Dengan tabungan seadanya dan hati yang rindu akan ketenangan, ia berharap bisa memulai hidup baru yang lebih sederhana. Namun sejak langkah pertamanya di tanah kelahirannya itu, Azka mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Sesuatu mengganggunya dan tentu bukan hanya seseorang yang iseng, tapi sesuatu dengan maksud lain. Dan ketika Azka bertemu kembali dengan Nathan, teman masa kecilnya yang dulu selalu membuatnya menangis, semua misteri itu perlahan mulai terkuak. Ada satu rahasia lama yang selama ini menunggu, menuntut kehadiran Azka untuk diselesaikan. Namun yang tidak ia tahu... bukan hanya Nathan yang menunggunya kembali. ⚠️ Genre: BL (Penulis menggunakan sistem selang-seling karya)
Sada Manah por MabokKecubung
MabokKecubung
  • WpView
    LECTURAS 1,419,791
  • WpVote
    Votos 166,386
  • WpPart
    Partes 84
Lengkara Setya menganggap Nanda Adiguna Maharaja adalah perusak hubungan-perebut kekasihnya. Namun apa jadinya lelaki yang ia benci setengah mati justru malah menikah dengannya karena sebuah tradisi? ⚠ Mpreg, bl
A Different Kind of Legacy [JossGawin] por LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    LECTURAS 114,738
  • WpVote
    Votos 7,459
  • WpPart
    Partes 59
[COMPLETED] "Mikir apa?" "Dulu," kata Joss, suaranya merenung. "Ayah gue selalu bilang kalau warisan itu tentang apa yang kita tinggalin. Gedung. Uang. Nama baik." Joss membuka matanya, menatap Guinzly yang tidur dengan mulut sedikit terbuka, persis seperti Gawin. "Gue abisin separuh hidup gue buat ngebangun warisan itu," lanjut Joss. "Gue jadi dingin. Gue jadi mesin. Gue pikir itu cara buat abadi." Gawin mengelus rambut Joss, melepaskan ikatan karet gelang warna-warni yang dipasang Guinzly tadi. "Dan sekarang?" Joss meraih tangan Gawin, mencium telapak tangannya. "Sekarang gue tahu dia salah." Joss berdiri. Dia merangkul pinggang Gawin, menariknya mendekat di tengah kamar anak mereka yang remang-remang.
Rules of The Heart [DewTee] por LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    LECTURAS 25,371
  • WpVote
    Votos 1,378
  • WpPart
    Partes 30
[COMPLETED] "Dew!" panggil Tee dalam gelap. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Dadanya sesak. Ada perasaan tidak enak yang sangat kuat menekan hatinya. Ia merasa Dew sedang tidak baik-baik saja. Tee duduk, memeluk lututnya. Ia menatap ke luar jendela yang masih tertutup tirai. "Kamu kenapa, Dew?" bisik Tee pada kegelapan. "Kamu bilang kamu bahagia sama dia. Tapi kenapa perasaanku sakit banget?"
The Cost of a Heartbeat [JossGawin] por LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    LECTURAS 15,283
  • WpVote
    Votos 1,090
  • WpPart
    Partes 25
[COMPLETED] "Dua tahun lalu profit perusahaan sedang surplus besar-besaran, Gawin. Itu namanya CSR, Corporate Social Responsibility, atau bahasa mudahnya: sedekah biar pajakku turun," ujar Joss santai. "Jadi nyawa mereka cuma buat pengurang pajak lo?" Gawin menatap Joss dengan tatapan tidak percaya, seolah ia sedang melihat monster. "Bisnis adalah bisnis. Tahun ini kita akan ekspansi gedung VIP baru, aku butuh likuiditas dana yang besar," jelas Joss tanpa rasa bersalah. "Dan pos pengeluaran yang paling tidak berguna dan hanya membakar uang adalah departemenmu itu," lanjut Joss dengan telunjuk mengarah pada Gawin. "Tidak berguna? Gue baru aja pulang dari desa, gue berhasil bikin tiga pasien pasung bisa jalan lagi!" seru Gawin membela diri. "Gue berhasil bikin anak-anak disabilitas mental di sana bisa makan sendiri tanpa disuapi! Itu kemajuan, Joss!" tambah Gawin dengan mata berapi-api. Joss tertawa kecil, tawa yang tidak sampai ke mata, tawa yang terdengar sangat menghina di telinga Gawin. "Selamat, kau berhasil mengajari orang gila makan sendiri. Berapa keuntungan yang masuk ke rekening rumah sakit dari prestasimu itu?" tanya Joss sinis. "Nol besar," jawab Joss sendiri sebelum Gawin sempat membuka mulut. "Lo... lo bener-bener nggak punya hati ya?" bisik Gawin dengan suara parau. "Gue punya otak, Gawin. Sesuatu yang sepertinya tidak kau miliki karena terlalu sibuk main jadi malaikat di lumpur," hina Joss telak.
Golden Cage [JossGawin] por LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    LECTURAS 36,245
  • WpVote
    Votos 2,368
  • WpPart
    Partes 31
[COMPLETED] "Bilang kalau kamu bahagia, Win," bisik Joss lagi, mengulang pertanyaannya di balkon tadi. Tapi kali ini, nadanya lebih mutlak. Setengah memerintah, setengah mengancam. Gawin menatap mata pria di hadapannya. Ia melihat kegelapan di sana. Ia melihat masa depan yang suram di mana ia akan terus hamil, melahirkan, dan terkurung selamanya. Ia menelan rasa muak yang menggumpal di tenggorokan, rasa pahit dari realita yang tak bisa ia tolak. Lalu, dengan sisa tenaga yang ia miliki, ia memaksakan seulas senyum tipis yang terlatih sempurna selama bertahun-tahun menjadi model di bawah sorot lampu kamera. "Aku bahagia, Joss."
Accept My Lover or I'll Lose It [JossGawin] por LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    LECTURAS 4,169
  • WpVote
    Votos 463
  • WpPart
    Partes 15
"Terimalah cintaku atau aku akan marah," gumam Joss, mengingat judul lagu lama yang entah kenapa melintas di kepalanya saat melihat wajah memerah Gawin tadi. Ia melangkah keluar bar, meninggalkan kegelapan di belakangnya, siap menyambut kekacauan yang akan dibawa oleh Gawin ke dalam hidupnya yang sudah tertata rapi namun hampa.
Orbiting You [DewTee] por LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    LECTURAS 3,451
  • WpVote
    Votos 285
  • WpPart
    Partes 28
[COMPLETED] "Dew," panggil Tee pelan. "Ya?" "Lo tau tanda baca titik koma?" Dew mengerutkan kening, bingung dengan pertanyaan acak itu. "Tau. Semicolon. Kenapa?" "Dulu gue pikir hidup gue udah berakhir tanda titik pas di jembatan itu. Gue pikir ceritanya selesai, tamat dengan tragis," Tee menatap mata Dew. "Tapi lo dateng. Lo hapus titik itu, dan lo ganti jadi koma. Lo bikin ceritanya berlanjut." Dew tersenyum, mengerti arah pembicaraan ini. Ia mengangkat tangan Tee, mencium telapak tangannya. "Dan sekarang, titik koma itu ada di sini," Dew menunjuk dada Tee, lalu dadanya sendiri. "Tanda bahwa meskipun kalimat sebelumnya penuh air mata dan kesalahan, kalimat selanjutnya masih bisa ditulis dengan indah. Penulisnya belum nyerah."
Kertas Nilai dan Coretan Nama (Season 1 END)✔️ por Nonogrammar
Nonogrammar
  • WpView
    LECTURAS 56,912
  • WpVote
    Votos 3,047
  • WpPart
    Partes 45
Di koridor-koridor elit sekolahnya, Axel Morgan, sang ketua organisasi yang dingin dan dihormati, adalah personifikasi kesempurnaan. Dengan otak cemerlang, paras bak dewa, dan latar belakang keluarga yang kaya raya, Axel adalah segala yang orang tua dambakan. Namun, di balik citra dinginnya, ia adalah pria posesif dengan trauma masa lalu yang masih menghantui. Baginya, hubungan haruslah menguntungkan, dan emosi adalah kelemahan yang tak boleh ditunjukkan. Hingga datanglah Vino Chandra Pratama, seorang siswa baru yang berbeda dari siapapun. Vino adalah antitesis dari Axel-berandalan yang tengil, suka memberontak, dan hidup hanya berdua dengan neneknya. Pertemuan pertama mereka tidak manis, melainkan diwarnai sumpah serapah di jalanan, di mana Vino berani melabrak mobil mewah Axel dan menuduhnya tak beretika. Axel, yang biasanya cuek, entah kenapa justru terpesona oleh keberanian Vino, dan mulai mengawasinya dari jauh. Kesempatan emas datang ketika Axel, sang teladan, diberi tugas untuk "mendidik" Vino yang terus menerus membuat masalah. Axel menganggapnya sebagai kesempatan untuk mendekati Vino, meski caranya kasar dan penuh dominasi. Ia memaksa Vino untuk tunduk pada peraturan, tidak sadar bahwa setiap teguran dan perhatiannya justru mengikis. tercekik. Di sisi lain, Vino yang sejatinya polos, mencoba memahami Axel yang rumit, sambil berjuang melawan gengsinya sendiri untuk mengakui cinta.
I Don't Give Two Fucks [in ed.] por corvuscocidius
corvuscocidius
  • WpView
    LECTURAS 239,040
  • WpVote
    Votos 21,626
  • WpPart
    Partes 15
[sekuel i dont give a fuck.] lanjutan kisah Renaro, mantan playboy sekolah yang jatuh ke tangan Dewata, si Ice Prince yang katanya sih dulu aseksual, disaat hubungan mereka kecium anak satu sekolah. Juga tentang Wandaru, temen Ren sekaligus tetangga Dewa yang radar kepekaannya di bawah rata-rata sampai harus bikin Andira berjuang ekstra keras biar cowok itu tahu perasaan sepupu Dewa tersebut. Last but not least, nasib Bramastha Rakyan―cowok yang dihajar Andira sampai koma―ketika pas dia bangun di rumah sakit malah ketemu dokter gila yang keukeuh pengen nyembuhin homofobianya. [peringatan konten dewasa untuk kekerasan, kata-kata kasar, pembunuhan (implisit), sakit mental, seks (eksplisit), trauma, darah, dsb.] ° ° ° cover model : Xiu Akay