NadLisa
- Reads 3,494
- Votes 175
- Parts 21
"Duniaku tidak memiliki suara. Tidak ada melodi, tidak ada tawa, tidak ada bising. Hanya ada keheningan yang membungkamku sejak lahir. Di rumah semegah istana, aku tidak lebih dari sekadar bayangan yang tidak diinginkan.
Namun, Tuhan mengirimkan Ken.
Hanya Ken yang mau belajar memahami bahasaku. Hanya Ken yang membiarkan tanganku menyentuh lehernya, merasakan getaran suaranya yang hangat, dan meyakinkanku bahwa meski duniaku sunyi, aku tetap berharga. Bersama Ken, hidupku yang hampa perlahan mulai memiliki warna. Ken adalah suaraku, pelindungku, dan satu-satunya alasan bagiku untuk tetap ingin melihat hari esok.
Bagiku, Ken adalah segalanya. Dan aku cukup bodoh karena sempat mengira bahwa getaran hangat itu akan selalu menjadi milikku selamanya"
----------------------
WARNING⚠️⚠️
-Kekerasan
-Bully
-Kata kasar
-Bunuh diri/Self harm