Dhila2934
- Reads 7,287
- Votes 93
- Parts 10
Btw ini mature content ya, bijak dalam membaca!
👇👇👇👇
"Ak---aku ha--mil tuan, lalu sekarang aku harus ap--apa?" tanya Nata lirih, air matanya sudah mengambang membasahi pelupuk matanya.
Martin mendesah pelan, bingung harus bagaimana. Bukan ini tujuannya menikahi Nata. Pelipisnya yang tadinya baik-baik saja, jadi terasa pening tak karuan.
Di pandangi nya wajah teduh nan jelita milik sang pelampiasan hasrat. Wajah yang selalu menemani di saat pria itu sedang sedih dan bahagia di bawah kungkungan nya.
"Aku tahu kamu tidak akan mau menggugurkan kandungan mu, kan?" Ditengah tangisnya Nata mengangguk. Mana mungkin dia menggugurkan kandungan nya. Ia tak mau jadi pembunuh. "Baiklah, lahirkan anak itu dan kita rawat bersama ... Sudah, tidak usah menangis."
Nata menerima pelukan hangat dari tuannya yang telah resmi menjadi suaminya 6 bulan lalu.
"Tuan, jangan campakkan aku. Aku rasa aku---aku men--cinta--i mu ...."